Kabar Kalimantan

Legislator Golkar Kalsel Minta Sinergi Penanganan Masalah Banjir

SATUMANDAU Penanganan masalah banjir di daerah semisal Amuntai dan sekitarnya, menjadi perhatian bagi komisi III DPRD Kalsel. Apalagi hal ini kembali disinggung ketika membahas dalam Laporan keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Pemprov Kalsel.

“Soal LPKJ ini tadi kita sepakat untuk turun ke lapangan di daerah pemilihannya (Dapil) masing masing. Untuk saya kebetulan di Dapil V yang meliputi Amuntai Hulu Sunga Utara, di mana nanti akan melihat penagnagnan soal Banjir, sebab banjir yang rata-rata dikeluhkan oleh warga,” kata ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Supian HK.

Prioritasnya, kata H Supian HK yakni Amuntai tempat penampungan air kiriman dari Balangan, Barabai termasuk dari Tabalong. “Untuk mengatasi banjir itu, sungai-sungai yang dangkal di danau panggang itu harus dikeruk agar air cepat turun ke sungai Barito, selain itu harus ada pula membuat sungai alternatif. Ini dimaksudkan bisa mempercepat turunnya air,” kata H Supian HK.

Politisi Partai Golkar ini, menjelaskan untuk kaitan dengan persoalan Banjir ini pihaknya di komisi III sudah bicara dengan SKPD terkait di dalam itu dia setuju. “Makanya kita tanggal 14,15 17 April 2018 akan melihat itu di mana sungai sungai yang dangkal dan perlu dikeruk,” kata Supian HK.

Selain soal sungai dangkal, kata Supian HK, tim dewan yang akan turun nantinya juga akan melihat masalah folder Alobio yang minim air sehingga tidak bisa dialirkan ke lahan pertanian. “Informasinya biasanya petani panen tiga tahun dua kali, tapi saat ini tiga tahun sekalipun susah untuk panennya,” ujar Supian HK.

Namun setelah ditelaah dan dilihat lahan tidurnya mencapai 80 persen dan sangat potensial untuk bisa dimanfaatkan lahan Pertanian. “Kemarin Guberur ketika tour ke empat daerah ke desa desa melihat langsung dan menyarankan ke SKPD terkait untuk bisa direalisasikan,” ulas dia.

Tiga daerah yang punya lahan tidur luar itu yakni Daerah Babirik dan Danau Panggang dan Sungai Tabukan. “Sungai dangkal disitu harus dikeruk agar supaya lekas turun ke bawah apalagi perbatasan dengan sungai barito. Sementara untuk sektor pertanian mungkin bisa digunakan embung dan sejenisnya,” kata dia.

Disebutkan Supian HK, sejauh ini penanganan Banjir masih terpisah pisah dan belum sinergis. “Karena itu kadang antara kabupaten kota tidak nyambung program penggulnagan banjir ini. Makanya perlu disingkronisasikan ketemu dengan kepala daerah daerah untuk menjembatani hal ini. Sesegara mungkin lah akan dijadwalkan,” kata dia.

 

sumber berita