Kabar Kalimantan

Kubu Raya Sumbang Karhutla Terbanyak di Kalbar

SATUMANDAU Pada apel Ops Bina Karuna Kapuas 2018, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan Kabupaten Kubu Raya menjadi peyumbang terbanyak untuk Karhutla. Dimana karhutla ini menurutnya sangat mengganggu masyarakat.

“Kabupaten yang paling banyak pembakaran hutan itu di Kabupaten Kubu Raya. Karhutla sangat merusak lingkungan dan kesehatan, karena itu kewajiban kita semua untuk mengatasi, mencegah dan menanggulangi karhutla,” ujarnya, Kamis (12/4/2018).

Dalam perspektif kamtibnas kondisi di Kalbar relatif kondusif, hal ini menurutnya di tandai dengan media penanggulangan penambangan tanpa izin dan Karhutla. “Penambangan tanpa izin juga merusak lingkungan dan alam yang berdampak pada anak cucu kita Kedepan. Perlu ditangani bersama karhutla, bersama masyarakat dan stakeholder yang menginginkan seluruh wilayah Kalbar maju dan terdepan serta mau bersaing dengan provinsi lain di segala aspek,” katanya.

Ia mengatakan Indonesia pernah mengalami bencana kebakaran hutan yang sangat merugikan. “2015 Indonesia pernah mengalami bencana kebakaran luas, karhutla 99 persen karena dibakar bukan terbakar. Dimana pada tahun 2015 lahan yang dibakar itu berdampak pada kerugian negara sebesar 16,1 juta US Dollar,” katanya.

Kalbar menurutnya termasuk yang rawan karhutla, dimana pemicunya pemanfaatan dan pembukaan lahan dengan membakar sehingga membakar lingkungan sekitarnya. “Dampak yang sangat besar dari Karhutla menghambat kecerdasan, menggangu aktifitas belajar, penyakit saluran pernafasan. Lalu lintas darat udara dan laut terganggu dan menghambat pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Berdasarkan data hotspot terpantau diakuinya terjadi penurunan jumlah hotspot dari tahun ke tahun. “Tahun 2015 ads 2725 hotspot, 2016 turun menjadi 1021 titik dan, 2017 lebih turun lagi menjadi 640 hotspot. ini merupakan hasil kerja keras kita semua menangkal karhutla,” katanya.

Diakui Kapolda di tahun 2018 pihaknya memiliki visi dan misi untuk dua agenda besar Pilkada dan ancaman karhutla. “Untuk mencapai visi misi tersebut, Polda Kalbar bersinergi mengambil langkah konkrit, 100 hari kerja zero ilegal dan zero intoleran,” pungkasnya.

 

sumber berita