Opini

Kawal Pemekaran Kaltara, Upaya Hetifah Sjaifudian Bangun Provinsi Termuda di Indonesia

SATUMANDAU Sebagai seorang politisi, Hetifah Sjaifudian adalah sosok yang tangguh. Sosok legislator perempuan Partai Golkar ini tanpa kenal lelah memperjuangkan daerah pemilihan (dapil) yang diwakilinya, yaitu Kaltim-Kaltara. Salah satu isu penting yang selalu diangkat terkait dapilnya yaitu pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kaltara.

Selama beberapa tahun terakhir isu pengembangan daerah ini terus diperjuangkan. Memang, kebijakan pemerintah untuk sementara waktu melakukan moratorium pembentukan DOB. Kebijakan ini muncul melihat efektivitas yang tidak sesuai harapan dan juga jumlah dana yang telah digelontorkan tidaklah sedikit. Namun, jangan melihat sebatas dana saja, tapi juga peluang pengembangan potensi daerah yang akan semakin terbuka untuk dikembangkan melalui pemekaran.

Saat ini, di Provinsi Kaltara ada lima daerah yang cukup mendesak untuk dijadikan DOB, yaitu: Kota Sebatik, Kota Tanjung Selor, Kab. Krayan, Kab Bumi Dayak Perbatasan, dan Kab Apau Kayan. “Kami memahami alasan pemerintah tentang moratorium pembentukan DOB. Tapi idealnya moratorium ini bisa dikecualikan untuk daerah-daerah perbatasan seperti Kaltara,” jelas Hetifah, dalam kegiatan Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri pada November tahun 2017..

Upaya Hetifah memperjuangkan pemekaran Kaltara tanpa kenal lelah, menyuarakan aspirasi masyakat Kaltara yang ingin maju dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Indonesia. Geliat dari bawah ini benar-benar dibaca dengan baik oleh Hetifah, dengan menyambungkan suara masyarakat Kaltara kepada pemerintah.

Hetifah aktif melakukan koordinasi dan pertemuan dengan berbagai pihak terkait, serta mempertemukan masyarakat daerah dengan pemerintah agar tercapai titik temu dan mewujudkan cita-cita masyarakat Kaltara. Hetifah giat memperjuangkan terbentuknya pemekaran DOB di wilayah Kaltara. Harapannya, dengan terbentuknya DOB Kaltara ini akan mampu membuat wilayah-wilayah perbatasan itu menjadi mandiri dan berdikari dengan meningkatnya infrastruktur publik.

Menjelang ajang Pemilu 2019 ini ada perubahan untuk dapil Kaltim-Kaltara. Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang pada pemilu 2014 digabungkan, pada Pemilu 2019 nanti akan dipisah, disertai penambahan kursi di DPR. Dalam pemilu 2014 lalu jatah di DPR untuk Dapil Kaltim-Kaltara 8 kursi, tetapi pada pemilu 2019 naik jadi 8 untuk Kaltim dan 3 kursi untuk Kaltara sehingga total ada 11 kursi.

3 jatah kursi DPR untuk Dapil Kaltara adalah kesempatan bagi sosok yang peduli Kaltara untuk maju dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Kaltara. Perjuangan Hetifah yang tidak kenal lelah sudah memperoleh tempat di hati masyarakat Kaltara. Ibarat kata, masyarakat Kaltara telah menemukan sosok terbaik dan mampu menyuarakan aspirasi mereka. Tentu mereka berharap Hetifah Sjaifudian dapat terus melanjutkan perjuangan tersebut. Bunda Hetifah, Kaltara membutuhkanmu. ###