Kilas Global

Kasus Pelecehan Seksual, Kardinal George Pell Resmi Terdakwa

SATUMANDAU – Tokoh Katolik paling senior di Australia Kardinal George Pell telah resmi menjadi terdakwa dan akan diadili dengan sejumlah dakwaan pelanggaran seksual di masa lalu. Namun persidangan committal hearing (mirip pra-peradilan) hari Selasa (1/5/2018) memutuskan membatalkan lebih dari setengah dakwaan, termasuk dakwaan paling serius. Di Australia, sidang committal hearing dipimpin seorang hakim magistrasi yang akan memutuskan apakah tuntutan yang diajukan memiliki cukup bukti untuk dilanjutkan ke pengadilan.

Hakim Belinda Wallington yang memimpin committal hearing ini memutuskan Kardinal Pell akan diadili dalam beberapa dakwaan, namun dibebaskan dari dakwaan lainnya. Kardinal Pell tiba di Pengadilan Magistrasi Melbourne di bawah pengawalan ketat polisi. Dia telah membantah keras segala tuduhan terhadapnya.

Keputusan hari ini diambil setelah melewati persidangan committal selama sebulan pada Maret lalu. 10 hari pertama persidangan committal tersebut tertutup untuk umum dan media. Saat itu para pelapor didengar bukti-bukti dan keterangannya. Ini merupakan prosedur standar dalam kasus-kasus yang melibatkan tuduhan pelanggaran seksual di Australia. Bukti-bukti yang mereka telah sampaikan itu tetap dirahasiakan untuk umum dan media.

Namun dalam sidang committal beberapa minggu berikutnya, perincian tuduhan terhadap Kardinal Pell mulai muncul. Di antaranya disebutkan bahwa dia dituduh melakukan pelanggaran seksual di Katedral St Patrick di Melbourne pada akhir 1990-an ketika dia masih menjabat sebagai Uskup Agung Melbourne.

Kardinal Pell juga dituduh melakukan pelanggaran seksual di kolam renang di Kora Ballarat pada tahun 1970-an, ketika ia menjadi pastor di kota pedalaman yang terletak sekitar 2 jam dari Melbourne itu. Sejumlah anggota paduan suara dan orang-orang yang hadir di kolam renang saat itu turut dipanggil untuk memberikan bukti. Tidak seorang pun di antaranya yang melihat sesuatu yang tak diinginkan.

 

Cardinal George Pell looks down as he walks past a line of police officers as he headed into court.Photo: Pengacara Kardinal George Pell mengatakan kliennya tidak akan mengaku bersalah atas dakwaan terhadapnya. (AAP: Daniel Pockett)

 

Sejumlah dakwaan juga sudah dibatalkan sebelum sidang hari ini, menyusul kematian salah satu pelapor serta pelapor lainnya yang dipastikan tidak sehat secara medis untuk memberikan bukti. Hakim Wallington memerlukan waktu dua minggu untuk menjatuhkan keputusannya hari ini. Kardinal George Pell akan diminta untuk memberikan pengakuan, bersalah atau tidak bersalah.

Dia diperkirakan akan menghadapi pemeriksaan di County Court (mirip Pengadilan Negeri) nanti, ketika tanggal persidangan telah ditetapkan. Uskup Agung Melbourne Denis Hart menolak berkomentar tentang keputusan pengadilan magistrasi hari ini. “Uskup Agung Hart menyampaikan rasa percaya pada sistem peradilan di Australia dan mengatakan bahwa sekarang hukum harus berjalan,” kata Keuskupan Agung Melbourne dalam sebuah pernyataan.

Hakim Wallington pada persidangan sebelumnya menyatakan percaya bahwa seorang terdakwa harus diajukan untuk diadili kecuali ada “cacat mendasar” dalam bukti-bukti. “Saya pikir masalah kredibilitas dan reliabilitas (bukti-bukti) adalah masalah bagi para juri. Kecuali Anda sampai pada titik dimana kredibilitas (pelapor) secara efektif hancur,” katanya.

 

sumber berita