Kabar Kalimantan

Kabupaten Ini Masuk 5 Besar Realisasi Proyek Terbesar di Kalbar

SATUMANDAU – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Barat mencatat Kabupaten Kubu Raya menjadi diantara 5 kabupaten dengan proyek terbesar pada 2017.

Realisasi proyek di Kabupaten Kubu Raya sebesar Rp1,24 triliun memberi kontribusi 6,21 persen terhadap keseluruhan realisasi investasi.

Angka tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp1,20 triliun dan Penanaman Modal Asing sebesar Rp33,65 miliar,

Triwulan IV (periode Januari-Desember) tahun 2017 realisasi investasi Kalbar 2017 mencapai 116,74 persen dari target nasional. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalbar, Junaidi mengatakan realisasi investasi Triwulan IV berdasarkan tambahan realisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online tercatat sebesar Rp19,96 triliun.

Kontribusi Kabupaten

Nilai investasi PMDN Provinsi Kalbar yang mengalami percepatan, secara nasional capaiannya cukup menggembirakan, realisasi PMDN sebesar Rp12,38 triliun berada pada peringkat 6 Nasional dan realisasi PMA sebesar Rp7,58 triliun berada pada peringkat 17.

Sedangkan realisasi tambahan PMA berdasarkan 5 sektor usaha terbesar diantaranya, Tanaman Pangan dan Perkebunan 299,720 dolar AS dengan 196 laporan proyek, Industri Makanan 120,035 dolar AS dengan 176 laporan proyek, Listrik, Gas dan Air 55,414 dolar AS, dengan 31 laporan proyek,Pertambangan 36,868 dolar AS dengan 36 laporan proyek, Kehutanan 17,024 dolar AS dengan 27 laporan proyek.

Realisasi berdasarkan 5 lokasi proyek terbesar, pertama Kabupaten Ketapang 207,564 dolar AS dengan 252 laporan proyek, Kabupaten Sanggau 98,738 dolar AS dengan 68 laporan proyek, Kabupaten Landak 71,697 dolar AS dengan 63 laporan proyek, Kabupaten Sintang 59,134 dolar AS dengan 59 laporan proyek, dan Kabupaten Bengkayang 54,873 dolar AS dengan 14 laporan proyek.

Adapun besaran kontribusi capaian realisasi investasi Periode Januari-Desember Tahun 2017 untuk masing-masing kabupaten kota, kontribusi tambahan realisasi terbesar, Kabupaten Sanggau sebesar Rp4,31 triliun atau sebesar 21,62% terdiri dari PMDN sebesar Rp2,99 triliun dan PMA sebesar Rp1,32 triliun, Kabupaten Landak sebesar Rp3,65 triliun atau 18,28% terdiri dari PMDN sebesar Rp2,70 triliun dan PMA sebesar Rp953,72 miliar.

Kabupaten Ketapang sebesar Rp3,56 triliun atau 17,85%, terdiri dari PMDN sebesar Rp794,11 miliar dan PMA sebesar Rp2,77 triliun, Kabupaten Mempawah sebesar Rp2,38 triliun atau 11,94%, terdiri dari PMDN sebesar Rp2,29 triliun dan PMA sebesar Rp91,46 miliar, Kabupaten Sintang sebesar Rp1,94 triliun atau 9,75% terdiri dari PMDN sebesar Rp1,16 triliun dan PMA sebesar Rp787,23 miliar,

Sedangkan realisasi proyek di Kabupaten Kubu Raya berkontribusi sebesar Rp1,24 triliun atau 6,21%terdiri dari PMDN sebesar Rp1,20 triliun dan PMA sebesar Rp33,65 miliar, Kabupaten Bengkayang Rp734,21 miliar atau 3,68% yang secara keseluruhan terdiri PMA sebesar Rp734,21 miliar, Kabupaten Sambas sebesar Rp670,86 miliar atau 3,36% terdiri dari PMDN sebesar Rp225,26 miliar dan PMA sebesar Rp445,60 miliar.

Sementara Kabupaten Kapuas Hulu memberi kontribusi sebesar Rp555,78 miliar atau sebesar 2,78% yang terdiri dari PMDN sebesar Rp541,41 miliar dan PMA sebesar Rp14,37 miliar. Kabupaten Sekadau sebesar Rp340,89 miliar 1,71% yang terdiri dari PMDN sebesar Rp340,49 miliar dan PMA sebesar Rp0,39 miliar, Kabupaten Melawi Rp301,28 miliar atau 1,51% yang keseluruhan terdiri dari PMDN sebesar Rp59,11 miliar dan PMA sebesar Rp242,16 Miliar.

“Kota Pontianak realisasinya Rp242,53 Miliar atau 1, 21% yang terdiri dari PMDN sebesar Rp57,13 miliar dan PMA sebesar Rp185,39 miliar, Kota Singkawang sebesar Rp19,70 Miliar 0,10% yang terdiri dari PMDN sebesar Rp15,27 miliar dan PMA Rp 4,42 miliar dan Kabupaten Kayong Utara sebesar Rp270 Juta yang keseluruhannya terdiri dari proyek PMA,” ujarnya.

sumber berita