Nusantara

JK Masuk Susunan Struktur Timses Jokowi-Ma’ruf Amin

SATUMANDAU – Informasi mengenai susunan tim sukses pasangan calon mulai terkuat. Dalam hal ini, beredar dokumen berisi susunan tim sukses pasangan petahana. Surat tersebut bertanggal 19 Agustus 2018. Berdasarkan dokumen yang diterima epicentrum.id, Surat Keputusan dengan Nomor: 001/KPTS/JKW-MA/VIII/2018 ini berisi tentang penetapan dan pengesahan Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Pasangan Calon Joko Widodo dan KH MA’ruf Amin pada ajang Pilpres tahun 2019.

Ada dua dewan dalam struktur tim tersebut, yaitu Dewan Penasehat dan dewan Pengarah. Dewan Penasehat berisi 9 nama yang merupakan para Ketua Umum Parpol yang tergabung dalam KIK. Tokoh-tokoh dalam Dewan Penasehat yaitu  Megawati SP (PDIP), Airlangga Hartarto (Partai Golkar), A Muhaimin Iskandar (PKB), Surya Paloh (Nasdem), Romahurmuziy (PPP), Oesman Sapta (Hanura), Hary Tanoesoedibjo (Perindo), Diaz Hendropriyono (PKPI) dan Grace Natalie (PSI).

Sementara, Dewan Pengarah terdiri dari 12 nama yang merupakan tokoh-tokoh yang sudah punya nama. Yang menarik adalah masuknya nama Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dalam susunan Dewan Pengarah. Dengan padatnya kegiatan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, lalu, bagaimana negara ini akan dapat menghadapi berbagai permasalahan selama jangka waktu kampanye yang akan berlangsung selama 8 bulan?

Nama Jusuf Kalla masuk dalam susunan Dewan Pengarah

Presiden RI Joko Widodo praktis akan mengambil cuti selama masa kampanye. Bila kemudian sang Wakil Presiden juga disibukkan dengan urusan kampanye untuk menyukseskan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, apakah mampu menghadapi berbagai urusan kenegaraan dan masalah bangsa yang menunggu untuk mendapatkan penanganan dan solusi dari para pemimpinnya.

Sebelumnya santer diberitakan bahwa Jusuf Kalla akan masuk sebagai Ketua Tim Kampanye, walau kemudian dibantah oleh PDIP. Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan bahwa Jusuf Kalla (JK) bukan menolak. Menurut Hasto, JK diproyeksikan untuk masuk menjadi Dewan Pengarah.

Dewan Pengarah tersebut tugas utamanya tentu saja memberikan arahan-arahan bagi tim tersebut. “Istilahnya Pak JK bukan menolak. Karena apapun, ini tahun politik beliau masuk menjadi dewan pengarah sehingga memberi arahan,” demikian Hasto memberikan penegasan pada Selasa (14/8/2018), bertempat di Posko Cemara, Jakarta.

sumber berita