Kabar Kalimantan

Jago PDIP Kalah di Pilgub Kalbar, Massa Pendukung Karolin Ricuh di Kabupaten Landak

SATUMANDAU – Kericuhan terjadi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar) yang diduga buntut dari hasil quick count Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar, Jumat (29/6/2018) petang.

Viral di media sosial sejumlah massa diduga lakukan pembakaran terhadap kios-kios dan barang dagangan milik suku Jawa, di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Peristiwa ini bermula dari sekelompok massa yang berjumlah seratusan orang kecewa calon gubernur (cagub) jagoannya, Margret Natasa-Suryadman Gidot kalah di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekitar Terminal Dara Itam Ngabang yang dalam wilayah Dusun Tebing Tinggi, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Landak.

Diketahui dari hasil hitung cepat LSI Denny JA menyatakan pasangan Sutarmidji-Ria Norsan meraih 56,69%, mengungguli jagoan PDIP Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot: 35,06%.

Dampak dari kerusuhan tersebut sebanyak 119 orang yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak memilih meninggalkan Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak untuk mengamankan diri. Mereka pergi ke Yonzipur 6/SD yang berada di Jalan Raya Anjungan Kabupaten Mempawah.

Sekretaris FKUB Kota Pontianak, Pdt. Iwan Luwuk, sangat menyayangkan kejadian yang terjadi di beberapa tempat pascapilkada serentak pada 27 Juni 2018. Menurutnya, kejadian itu sudah dapat diredam.

“FKUB mengajak semua warga Kalbar untuk tetap menjaga kondisi kalbar tetap kondusif dan aman serta kerukunan dan keharmonisan dalam keberagaman terjaga. Kami akan berusaha menghubungi semua paslon untuk bisa bersama-sama meredam ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto meminta seluruh tokoh masyarakat di Kalimantan Barat untuk menahan diri tidak melakukan perbuatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Semua tokoh menahan diri dan jangan percaya serta terprovokasi oleh media sosial,” ujar Setyo, Sabtu (30/6).

Menurut Setyo, konsentrasi massa yang tidak terima dengan hasil keputusan pasca Pilkada di Kalbar tersebut telah berhasil dikendalikan.

“Namun sudah berhasil dikendalikan satuan wilayah sehingga situasi aman dan kondusif,” lanjut dia.

sumber berita