Nusantara

Insentif Biodiesel Akan Diberikan Pada Beberapa Sektor Industri Ini

SATUMANDAU – Pemerintah tengah mematangkan implementasi perluasan penerapan biodiesel atau B20 di berbagai sektor. Insentif pun akan diberikan ke sektor lainnya seperti pertambangan.

Hingga kini, diketahui insentif baru diberikan untuk campuran minyak sawit di bahan bakar solar atau biodiesel yang ada di SPBU. Insentif tersebut selama ini berasal dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kelapa sawit.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, mengatakan, pemerintah telah sepakat untuk memberikan perluasan insentif ke sektor non Public Service Obligation (PSO). Sektor non PSO yang dimaksud yaitu industri, kereta api, pembangkit listrik hingga pertambangan.

“Yang sekarang itu yang dibahas perluasan dana insentif. Kan (yang lain) tidak bisa jalan karena satu dikasih insentif yang satu tidak. Sekarang dikasih semuanya. Diperluas ke sektor non PSO, ke industri hingga pertambangan,” ujar Dadan usai rapat di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu 25 Juli 2018.

Ia mengatakan, pemerintah juga telah meminta kesiapan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) untuk memproduksi B20 ini lebih banyak. Saat ini, produksi biodiesel itu selama satu tahun baru sebanyak 7,3 juta kiloliter (kl).

Dalam kesepakatan yang diambil dalam rapat koordinasi, dia mengungkapkan, Menko Perekonomian Darmin Nasution akan melaporkan hasil rapat ini kepada Presiden. Adapun insentif tambahan itu tetap akan bersumber dari dana BPDP sawit.

“Iya, dari dana sawit. Itu (insentif) juga tercatat dalam APBN hanya mekanismenya beda,” ucapnya.

Dia mengatakan, perluasan insentif ini akan dimulai setelah dilaporkan dan menunggu arahan Presiden. Jumlahnya pun Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel dan HIP solar.

“Tadi kan 7,3 juta kl (produksi). Berapa harga BBM sekarang? Harga solar misalkan US$600. Jadi 7,3 kl kali US$600, jadi US$4 miliar setahun,” katanya.

sumber berita