Kilas Global

‘Hilang’ Belasan Tahun, akhirnya TKI Ini Dipulangkan dari Inggris

SATUMANDAU Seorang TKW Indonesia yang sempat hilang kontak dengan keluarganya selama 18 tahun, akan dipulangkan ke Indonesia, Selasa (10/04) dari London. KBRI sudah menyiapkan penerbangan Garuda Indonesia ke Jakarta untuk Parinah, warga Indonesia yang hilang kontak dengan keluarganya di Banyumas, Jawa Tengah, selama 18 tahun. Dia berhasil ditemukan kembali pada 5 April lalu dengan bantuan Kepolisian Inggris di Brighton, kota wisata pantai di sebelah selatan Pulau Inggris.

Kepala bagian Protokol dan Konsuler KBRI London, Gulfan Afero, menjelaskan kepada BBC Indonesia bahwa Parinah berhasil dikeluarkan dari rumah majikannya lewat kerja sama `yang amat baik` dengan Metropolitan Police UK. “Di Jakarta nanti akan ada tim dari Direktorat Perlindungan WNI Kementrian Luar Negeri yang kemudian akan menyerahkannya kepada keluarga,” jelas Gulfan kepada BBC Indonesia.

 

Keluarga Parinah (kanan) memberi kuasa kepada KBRI untuk memulangkan ke Indonesia. – KBRI London

 

Walau sudah pulang, kasus `penyekapan` yang dideritanya akan tetap diteruskan secara hukum oleh Kepolisian Inggris. “Pada saat mengeluarkan Parinah, tanggal 5 April kemarin, polisi juga menahan majikan yang berjumlah empat,” tambah Gulfan Afero.

Namun masih belum dipastikan apakah nantinya Parinah perlu kembali ke Inggris untuk proses hukum itu atau tidak. “Jika pihak polisi dan pengadilan nanti merasa perlu keterangan tambahan dari ibu Parinah, sangat dimungkinkan. Namun jika semua bukti-bukti dianggap cukup, bisa jadi Parinah tidak perlu kembali ke London.” Parinah dilaporkan pindah ke Inggris sejak tahun 2011 setelah sebelunmnya bekerja di Arab Sausi pada tahun 1999.

Selama bekerja di Inggris, Parinah tidak diperkenankan ke luar rumah kecuali jika bersama salah seorang anggota keluarga majikan. Tidak jelas bagaimana akhirnya Parinah bekerja di sebuah rumah di Brighton, sekitar 100 km dari London. Saat ini Parinah sedang berada di rumah penampungan. KBRI baru akan memberikan akses untuk menghubunginya ketika sudah berada di bandara dengan alasan agar tidak terjadi misinformasi.

 

sumber berita  | foto: bbc