Kabar Kalimantan

Hadapi Pilgub, Golkar Kaltim Berpacu Dengan Waktu

SATUMANDAU – Menghadapi ajang pilgub yang sudah semakin dekat, Golkar Kaltim berpacu dengan waktu. Sebagaimana diketahui, waktu yang tersisa jelang pendaftaran bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Kaltim di Komisi Pemilihan Umum semakin dekat. Sangat disayangkan, fokus Golkar Kaltim masih terpecah karena persoalan internal, sehingga belum dapat mencurahkan energi dan berkonsentrasi penuh menghadapi kenduri demokrasi lima tahunan tersebut.

Setelah Rita diciduk KPK, berlanjut pengangkatan Plt Ketua DPD Golkar Kaltim, dan sekarang kisruh tersebut semakin mengeras gaungnya. Desakan yang disuarakan DPD tingkat II atau kabupaten/kota yang menuntut pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Golkar Kaltim semakin kencang. Desakan tersebut merupakan reaksi akibat pucuk pimpinan partai level provinsi hanya diisi pelaksana tugas (plt) yang ditunjuk dewan pimpinan pusat (DPP). Sebagai catatan, Andi Sofyan Hasdam ditunjuk sebagai Plt oleh DPP menggantikan Rita Widyasari.

Setelah Sofyan Hasdam ditunjuk, dirinya melakukan manuver-manuver yang memicu keresahan internal. Kebijakan perombakan pengurus yang hendak ditempuh Plt Ketua DPD Golkar Kaltim Andi Sofyan Hasdam membuat gerah pengurus partai. Setelah ketua-ketua DPD II menghadap Ketua Umum Airlangga Hartarto, gejolak mulai mereda. Menurut juru bicara ketua-ketua DPD Golkar kabupaten/kota Zainuddin Thaib ada pertemuan dengan ketua DPD II yang dipimpn langsung oleh Andi Sofyan Hasdam pada Kamis (21/12/2017).

Pokok bahasan dalam pertemuan itu terkait pelaksanaan musdalub. Pertemuan juga untuk mempertegas penugasan plt ketua di Kaltim. Yakni, membatasi tugas plt hanya untuk mengantarkan terselenggaranya musdalub. “Prinsipnya kawan-kawan ini melihat ada dinamika baru tidak penting terjadi di daerah. Tugas plt ketua harusnya menghindari dinamika tidak produktif. Bukan membuat kegaduhan. Rencana perombakan pengurus itu membuat gejolak,” demikian tutur Zainuddin Thaib.

Sementara itu, dari 10 DPD II hanya Bontang yang belum menandatangani dukungan pelaksanaan musdalub untuk memilih ketua definitif baru menggantikan Rita. Sebagaimana diketahui, Rita Widyasari telah diberhentikan DPP pada Jumat  sebelumnya (15/12/2017). Sembilan DPD II lainnya memberikan tenggat waktu, bahwa paling lambat musdalub sudah harus terlaksana pada 30 Desember 2017.

Ketua DPD Golkar Bontang Neni Moernaeni mengatakan, Bontang siap mendukung pelaksanaan musdalub untuk pemilihan ketua DPD Golkar Kaltim definitif. “Sudah pasti kami dukung, pasalnya plt ketua kan statusnya sementara,” ujar wali kota Bontang tersebut. Sementara itu, soal ketua yang akan diusung nanti dia enggan berkomentar.

Sebelumnya, pada (19/12/2017), Zainuddin memberikan kriteria terhadap calon ketua DPD Golkar Kaltim yang baru. Utamanya, figur tersebut harus bersih dari persoalan hukum, mumpuni, dan mampu membangun kebersamaan. Sekalipun tak spesifik menyebut nama, namun ketika ditanyakan figur tersebut adalah Makmur, dia tak mengiyakan, tidak pula membantah. “Figur itu sudah jelas ada di internal Golkar. Kalau dimunculkan sekarang, kada (tidak) asyik ceritanya,” selorohnya.

Dikonfirmasi mengenai kemungkinan besar arah mayoritas suara DPD II mendukung Makmur sebagai pengganti Rita, mantan bupati Berau dua periode itu menjawab diplomatis. “Saya perlu mendengarkan langsung aspirasi tersebut. Maunya bagaimana. Sementara ini saya tidak mau banyak bicara,” ucap Makmur. Sebab, yang terpenting saat sekarang adalah membangun kebersamaan. Ini mengingat dengan kondisi sempit dan agenda politik yang sudah mendesak hal tersebut sangat dibutuhkan. “Harus betul-betul (dukungan) suara penuh. Bukan berarti tidak boleh berdemokrasi, tapi ini supaya tidak memunculkan faksi-faksi,” tuturnya.

 

 

Sementara calon lainnya, ketua DPD Partai Demokrat Kaltim sekaligus bakal cagub Syaharie Jaang sudah mengantongi nama bakal pendampingnya. Syaharie Jaang terus bermanuver mengumpulkan kekuatan. Saat rapat kerja salah satu organisasi kemasyarakatan di Kaltim, belum lama ini, Jaang mengungkap lima nama calon pendampingnya kepada khalayak. Yakni, Makmur HAPK (mantan bupati Berau), Irjen Pol Safaruddin (kapolda Kaltim), Awang Ferdian Hidayat (anggota DPR RI), Rizal Effendi (wali kota Balikpapan), dan Andi Sofyan Hasdam (plt ketua DPD Golkar Kaltim).

Memang terlihat jelas, partai lainnya untuk sementara ini jauh meninggalkan Partai Golkar dalam hal kesiapan menghadapi Pilgub Kaltim 2018. Partai Golkar di Kaltim harus segera berbenah, karena waktu yang sudah tidak lama lagi. Sebenarnya, momentum untuk perubahan Partai Golkar sedang kencang berjalan di tubuh Golkar. Setelah mengangkat Ketua Umum yang baru, yaitu Airlangga Hartarto, hal ini juga harus segera disikapi dan diikuti untuk ikut dalam gerakan yang dicanangkan ketum barunya tersebut, yaitu Golkar Bersih, Golkar Bangkit, Indonesia Sejahtera.

[ ### ]