Nusantara

Gugat Pilpres ke MK Buka Peluang Kemenangan Prabowo?

keterangan gambar: Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyapa media seusai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa 21 Mei 2019. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)


 

SATUMANDAU – Seberapa besar peluang kemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno? Pertanyaan itu timbul setelah pasangan nomor urut 02 memutuskan menempuh jalur hukum, menggugat hasil penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Andre Rosiade gugatan akan disampaikan usai salat tarawih bersama di kediaman Prabowo, Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Jadi malam ini saya ingin sampaikan pukul 20.30 WIB. Tim BPN akan menyampaikan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK),” ujarnya di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 24 Mei 2019.

Politikus Partai Gerindra ini belum bisa memastikan apakah Prabowo-Sandi turut serta mengantarkan gugatan ke MK atau tidak. Tetapi yang jelas yang menjadi Ketua Tim Hukum BPN adalah mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

“Lalu yang kedua Ketua Tim Pengacara yang akan memimpin Tim Hukum adalah Mas Bambang Widjojanto,” jelas Andre Rosiade.

Bagaimana peluang Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi?

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menilai positif langkah paslon 02 yang menempuh jalur konstitusi. Karena MK satu-satunya lembaga peradilan yang sesuai dengan demokrasi.

“Hal yang positif jika Prabowo-Sandi menempuh jalur konstitusional. Kita hormati Prabowo-Sandi sebagai negarawan dan itu yang kita tunggu-tunggu. Karena mekanisme pengajuan gugatan ke MK adalah jalan terbaik. Saluran demokrasi yang terbaik, apapun hasilnya nanti,” ungkapnya kepada Tagar,Jumat 24 Mei 2019.

Soal peluang, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini tidak bisa diprediksi. Sebab, sengketa pemilu di pengadilan mesti berdasarkan pada bukti-bukti yang kuat.

Jadi, peluang Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi tergantung dari alat bukti yang disediakan. Terlebih bisa membuktikan kecurangan pada hakim MK, yang menurut paslon 02 itu terjadi secara terstruktur dan masif di Pilpres 2019.

“Itu bergantung pada pembuktian yang didukung oleh alat bukti yang kuat. Soal seberapa besar bisa membuktikan kecurangan, itu bergantung pada dokumen-dokumen dan alat bukti autentik yang dimiliki. Dan tergantung juga pada penilaian hakim MK,” pungkasnya. (tagar)

Join The Discussion