Politik

Golkar Yakin Dapat “Limpahan” Suara Di Pileg 2019 Dari Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin

SATUMANDAU – Partai Golongan Karya (Golkar) percaya diri, penunjukan Ma’ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi memiliki efek secara langsung yang menaikkan elektabilitas Golkar pada perhelatan Pileg 2019 mendatang.

Golkar memprediksi, pemilihan cawapres akan berdampak langsung pada perolehan suara sebagai efek elektoral bagi partai pengusung atau yang biasa disebut coattail effect.

Coattail effect merupakan sebuah teori yang menyatakan, jika partai mencalonkan sosok populer akan mendapatkan “limpahan” suara dari calon yang diusungnya.

Selain efek cawapres, Partai Golkar juga optimistis hasil dari Pilkada Serentak bisa menaikkan elektabilitas. Tak tanggung-tanggung, Golkar mengusung target meraih 110 kursi pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

“Ini merujuk pada sukses kami memenangi pilkada di banyak daerah. Selain kinerja kader di pemerintah dan Parlemen, juga kerja keras Ketua Umum Airlangga Hartarto yang total menggerakkan mesin parpol menghadapi pemilu adalah modal besar untuk mencapai target kemenangan pada Pesta Demokrasi 2019,” ujar Ketua DPP Partai Golkar, Ricky Rachmadi di Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Ricky menyampaikan hal itu merespons statemen sejumlah pihak, termasuk salah satu petinggi Golkar bahwa “parpol beringin” akan terimbas coattail effect Pilpres 2019 sehingga sulit mencapai target perolehan 110 kursi parlemen.

Karena itu, Ricky menandaskan, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, tak perlu mundur dari posisi menteri perindustrian di Kabinet Kerja.

“Justru kerja kader Golkar menjadi salah satu pendongkrak kinerja pemerintah, sehingga masuk daftar bakal calon wapres, meski akhirnya Pak Jokowi memilih Kiai Ma’ruf Amin untuk menampung aspirasi umat Islam yang menginginkan ulama menjadii cawapres,” ucap dia.

Ricky menjelaskan, modal Golkar cukup besar untuk mencapai target 110 kursi parlemen karena kinerja dan soliditas kader di pusat dan daerah yang sukses memenangi pilkada dan Kerja para Caleg yang mulai bergerak di Dapil masing masing dalam rangka untuk meraih kemenangan dalam pileg nanti.

“Ini bukti tak terbantahkan bahwa kemenangan pada pilkada serentak 2018 sampai di atas 50 persen menunjukkan Golkar siap menambah perolehan kursi pada Pileg 2019 yang sudah di depan mata,” kata Ricky.

Dia memaparkan, pada pilkada serentak lalu, perolehan suara Golkar mencapai 58,82 persen.

Ricky mencontohkan, dari 17 provinsi yang menggelar pilgub, ada 10 pasangan calon yang diusung Golkar memenangi kontestasi politik lokal itu.

“Kami merasa bersyukur dan berbahagia atas hasil yang diperoleh pada Pilkada 2018. Ini modal besar untuk mencapai sukses pada Pileg dan Pilpres 2019 yang juga digelar serentak,” ucap Ricky optimistis.

sumber berita