Kabar Kalimantan

Golkar Putuskan Cagub Kaltim Akhir Desember

SATUMANDAU Partai Golkar akan memutuskan sosok Cagub Kaltim per akhir Desember nanti. Dengan demikian, masih akan banyak beredar spekulasi mengenai siapa saja sosok yang akan diusung oleh partai tersebut.

Sementara itu, waktu pun sudah semakin menipis. Pendaftaran Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kaltim di Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan segera dibuka. Kurang dari dua bulan lagi, Sayangnya, hingga kini, Partai Golkar yang menduduki kursi terbanyak di DPRD Kaltim masih terlihat bimbang. Keadaan ini muncul setelah Rita Widyasari, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kaltim ditangkap KPK.

Keadaan menjadi bertambah suram bagi Partai Golkar Kaltim. Kesuraman itu meliputi partai beringin setelah Rita disinyalir memilih mundur dari persaingan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018.

Pada 8 Januari 2018, KPU Kaltim akan membuka pendaftaran cagub dan cawagub. Partai Golkar memiliki 13 kursi di DPRD Kaltim. Hal tersebut menjadikannya sebagai satu-satunya partai yang bisa langsung mencalonkan cagub dan cawagub. Sementara partai lain masih perlu koalisi. Adapun syarat minimal mengusung pasangan calon adalah 11 kursi.

Sayangnya, dengan segala keuntungan yang dimiliki Partai Golkar, partai ini yang terlihat paling tidak siap, karena belum ada calon kuat setelah Rita diberitakan mundur.

Pernyataan Rita melalui penasihat hukumnya adalah perhitungan rasional. Pengacara Rita, Noval El Farveisa mengatakan, kliennya menyadari tak mungkin memaksakan diri. Maju sebagai calon gubernur Kaltim dianggap sangat sulit. Korwil Kalimantan DPP Golkar Andi Sofyan Hasdam mengatakan, pernyataan yang disampaikan pengacara Rita adalah rasional.

Sofyan mengungkapkan pada perhitungan awal Sebenarnya Rita paling berpeluang menang. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif itu masih memiliki peluang bertarung di Pilgub Kaltim 2018. Peluang itumasih cukup kuat walaupun menyandang status tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena, dalam aturan KPU memang masih memperbolehkan seseorang dengan status tersangka tetap mendaftarkan diri.

Namun, Andi Sofyan Hasdam mengakui, jika dilihat dari waktu yang semakin sempit, tidak mungkin hal tersebut dilakukan. Perlu diingat bahwa KPK telah memperpanjang waktu penahanan selama 40 hari. Berdasarkan perhitungan, masa penahanan tersebut baru selesai pertengahan Desember mendatang. Sementara, kasus yang menjerat Rita juga belum tentu cepat selesai. Menurut diprediksi pengacara Rita, kasus baru dapat menyelesaikan persidangan pada Maret 2018.

Kendala lainnya, dalam pendaftaran pasangan calon pilgub ke KPU tidak bisa diwakilkan. Persyaratan ini telah sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016.

Dengan kenyataan tersebut, Andi Sofyan menyayangkan sikap kader Golkar Kaltim yang masih terkesan menunggu. Padahal, sudah beberapa kali mengungkapkan kepada para kader partai agar tidak perlu ada ketakutan dianggap tidak loyal karena mencari figur lain.

Seharusnya dengan posisi Partai Golkar Kaltim saat ini, usudah ada titik terang. Seharusnya paling lambat bakal cagub dan cawagub dari Golkar Kaltim mesti sudah ditentukan pada pekan ketiga Desember 2017. Dengan demikian, pasangan yang diusung Partai Golkar ini memiliki waktu sosialisasi sebelum pendaftaran dilaksanakan.

Partai Golkar makin terlihat tidak percaya diri menanggapi pernyataan Rita yang mundur dari pilgub. Makmur HAPK belum mau banyak berkomentar, terlebih, Karena menurutnya, Rita belum menyampaikan masa depannya di pilgub. Pernyataan berupa surat atau nota melalui pihak keluarga sebagai bukti tertulis belum ada. Dengan demikian, pengurus Partai Golkar belum bisa memberi tanggapan.

Makmur HAPK lantas mengungkapkan strategi Golkar Kaltim.Menurutnya, partai masih dalam tahap menyelesaikan penjaringan bakal calon wakil gubernur. Faktor lain, DPP Golkar masih menunggu perkembangan pengajuan praperadilan ketua umum. Dengan demikian penetapan Rita sebagai bakal calon gubernur belum bisa dicabut saat ini. Hal tersebut bila mengingat kondisi DPP Golkar yang ‘panas’ saat ini.

Hal seperti ini tidak dapat dibiarkan terlalu lama oleh Partai Golkar Kaltim. Jika benar Rita mundur dari pencalonan sebagai Cagub Kaltim, hal ini harus cepat diantisipasi. Siapapun sosok cagub dan cawagub yang diusung Partai Golkar di Pilgub Kaltim, pasangan ini wajib mendekati dan berkomunikasi intens dengan Rita. Dengan demikian loyalis atau warga yang selama ini mendukung Rita, bisa mengalihkan suaranya saat pemilihan. Walau bagaimanapun, Rita masih memiliki pengaruh yang kuat. Pengaruh ini baik di masyarakat Kaltim, dan terlebih di Partai Golkar. [###]