Kabar Kalimantan

Golkar Minta Pemda Seruyan Perketat Ijin Konservasi Mangrove

SATUMANDAU Golkar meminta agar Pemda Seruyan memperketat ijin konservasi mangrove pada pihak ketiga. Maraknya penyalahgunaan ijin pengelolaan konservasi di kawasan hijau tersebut membuat politisi Golkar perlu agar pemerintah daerah melakukan pengetatan.

Sebagaimana diketahui, terdapat kawasan mangrove di Kabupaten Seruyan. Pengelolaan kawasan tersebut di Kabupaten Seruyan perlu dilakukan secara tepat dan terpadu. Bahkan, jika memang diperlukan dapat melibatkan peran dari seluruh elemen masyarakat yang ada di sekitar hutan itu. Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut H Norhasan SE, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, kawasan mangrove berfungsi sebagai penopang fisik dan biologi, sehingga dapat menyelamatkan daerah pantai dan meredam gelombang air laut. Untuk itulah politisi Partai Golkar ini menyatakan pihaknya mendukung Gerakan Ayo Menanam Mangrove yang dipelopori Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat.

Gerakan tersebut dicetuskan di Pantai Sei Bakau di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Begitu juga di Pantai Siamuk Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, beberapa waktu lalu. Sebagai manusia sudah seharusnya kita menyadari bahwa manfaat ekosistem hutan mangrove sangat besar terhadap kehidupan manusia, khususnya di daerah pesisir.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini memberikan apresiasi terhadap munculnya gerakan penanaman pohon tersebut di Seruyan. Norhasan mengharapkan pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Seruyan agar selalu berkomitmen menjaga serta melestarikan hutan kawasan laut agar tetap asri dan lestari. Norhasan meminta pemerintah daerah tidak memberikan legalitas atau izin konservasi kepada pihak ketiga yang dianggap dapat merusak kelestarian hutan mangrove.

Memang sudah menjadi kewajiban manusia untuk turut melestarikan alam. Alam adalah bagian penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Jika terjadi kerusakan alam, yang paling menderita adalah manusia juga. Disamping itu perlu diingat, bahwa alam ini adalah titipan dari anak cucu kita agar mereka juga dapat turut serta menikmati kelestarian alam di masa depan nanti. [ ### ]