Politik

Golkar Kaltim Tunda Musdalub, Digelar Pasca Pilgub

SATUMANDAU Penyelenggaraan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Golkar Kaltim yang sedianya digelar pertengahan April ini kembali harus ditunda. Langkah itu diambil menyusul instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang meminta semua pengurus Partai Beringin, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk sementara fokus memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di daerahnya masing-masing.

“Saat ini, Golkar di semua daerah diminta fokus memenangkan semua pasangan calon (paslon) yang telah ditetapkan. Termasuk salah satunya di Kaltim,” ungkap Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kaltim, Abdul Kadir, Kamis (12/4) kemarin.

Atas pertimbangan itu, sambung dia, maka diputuskan menunda penyelenggaraan Musdalub di bulan April. Keputusan itu disebut telah mendapatkan persetujuan jajaran pengurus DPD di tingkat kabupaten/kota, maupun di tingkat provinsi.

“Setelah selesai pilkada, atau pilgub (pemilihan gubernur, Red.) baru dilaksanakan Musdalub. Karena pilgub dilaksanakan 27 Juni. Maka kemungkinan di Juli baru dilaksanakan Musdalub,” jelas Kadir saat disambangi di ruang kerjanya di Sekretariat DPD Partai Golkar Kaltim.

Ia menyebut, agenda Musdalub di April ini semula belum mendapatkan kesepakatan yang final. Hanya saja saat rapat pleno di Balikpapan pada Maret lalu, sebagian besar pengurus DPD Partai Golkar di masing-masing kabupaten/kota menginginkan Musdalub di pertengahan April ini.

“Jadwal di April ini hanya sekedar perkiraan dari kami. Dengan catatan jika Musdalub dilaksanakan sebelum pilgub. Tapi karena ada kebijakan Ketua Umum DPP Golkar, Pak Airlangga Hartarto, maka musdalub ditunda setelah pilgub,” tuturnya menegaskan.

Menurutnya, Airlangga selaku nahkoda utama Partai Golkar menginginkan agar semua pengurus partai di daerah bisa fokus memenangkan pilkada. Selain itu, Airlangga juga tidak ingin konsentrasi dan tenaga kader terpecah. Sehingga mengganggu kerja-kerja kepartaian dalam memenangkan pilkada serentak 2018.

“Rapat antar bidang di DPP Golkar yang membahas terkait Musdalub sudah dilakukan sekira tiga pekan lalu. Ketua umum Pak Airlangga memerintahkan semua koordinator wilayah (korwil) untuk menunda Musda (musyawarah daerah, Red.) dan Musdalub,” katanya.

Sedianya ada beberapa daerah yang melaksanakan Musda ataupun Musdalub di bulan April. Antara lain Partai Golkar Kaltim, Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Jakarta. Ia memperkirakan, Musdalub sudah harus dilaksanakan di awal Juli. Sebab, di bulan Agustus, Partai Golkar sudah harus memasukan Daftar Calon Sementara (DCS) anggota legislatif. Karena di September sudah harus ada daftar calon tetap (DCT) yang diusulkan partai.

“Karena itu sudah jadi jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka mau tidak mau, Musdalub harus selesai di bulan Juli. Karena yang bertanda tangan nantinya di DCT pemilihan legislatif (pileg) haruslah ketua yang definitif. Sebab, yang ditandatangani nanti dokumen daerah,” jelasnya.

Disinggung terkait mereka yang akan maju sebagai kandidat Ketua DPD Golkar Kaltim, Kadir menyebut semua kader partai mempunyai peluang yang sama untuk diusung. Karena setiap kader partai memiliki hak untuk mencalonkan diri. “Cuma mengerucut ke siapa, hanya mereka (DPD dan organisasi sayap partai, Red.) yang punya hak suara yang tahu. Kalau untuk saya sih, ya belum tahulah. Saya juga nggak tahu siapa yang akan mendukung,” tegasnya.

 

sumber berita