Politik

Golkar Kaltim Tidak Usung Cagub yang Jual Kekayaan Alam Daerah

SATUMANDAU Golkar Kaltim tidak akan usung kandidat calon gubernur yang melakukan manuver politik menjual kekayaan alam daerah. Hal tersebut bertentangan dengan tujuan kehadiran Partai golkar di tengah-tengah masyarakat, yaitu menyejahterakan rakyat.

Zainuddin menegaskan bahwa kandidat atau bakal calon yang diusung partai berlambang pohon beringin, tidak melakukan manuver atau bargaining (tawar-menawar) politik dengan menjual kekayaan alam daerah provinsi tersebut. Menurut Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kutai Barat, bakal calon dari Partai Golkar Kaltim yang diusung di Pilgub, harus membawa visi misi Partai Golkar, yaitu membawa kesejahteraan bagi rakyat, dan dalam hal ini daerah Provinsi Kaltim. “Kandidat yang tidak menjual kekayaan Kaltim. Justru harus membangun dan mengembangkan Kaltim,” sindir Zainuddin, yang dijuluki ‘Ketua Kelas’ DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota.

Perihal sosok cagub dan cawagub yang akan diusung oleh partainya, menurut politisi Golkar ini, para calon tersebut akan dibahas dan diusulkan ke DPP Partai Golkar. Pada prinsipnya, Zainuddin menegaskan ‎tetap mengusung kader Golkar. “Tetap Pak Makmur dan Pak Sofyan Hasdam,” demikian tegasnya singkat.

Seluruh DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota se Kaltim, melakukan rapat pembahasan konsolidasi di Jakarta pada Selasa (2/1/2017). Tujuan rapat pembahasan ini adalah untuk finalisasi kandidat bakal cagub dan cawagub Kaltim, demikian beber Zainuddin. “Tanggal 2 Januari kita konsolidasi. Dari situ, nama-nama yang diusulkan ke DPP Partai Golkar. Tanggal 5 Januari DPP keluarkan rekomendasinya,” ujarnya.

Beberapa figur bakal calon gubernur dari Partai Golkar Kaltim, mulai bermunculan.  Berdasarkan catatan, ada lima sosok yang muncul. Kelima sosok tersebut akan dipasangkan dengan Rusmadi Wongso (Sekretaris Daerah‎ Provinsi Kaltim), Safaruddin, Syaharie Jaang dan Yusran Aspar.  [ ### ]