Kabar Kalimantan

Golkar Kalsel dan Kalteng Kompak Dukung Airlangga

SATUMANDAU Wacana Munaslub Partai Golkar mulai mengerucut pada nama-nama calon ketua umum. Pada kesempatan terpisah, Golkar Kalsel dan Kalteng kompak dukung Airlangga Hartarto.

Wacana Munaslub tinggal menunggu waktu. DPP memberikan sinyal setelah rombongan DPD I Partai Golkar menyampaikan aspirasi mereka untuk menyelenggarakan munaslub dengan agenda tunggal mengganti Setya Novanto. Berdasarkan arahan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar, maka Golkar di daerah pun melakukan rapat internal.

Pada Sabtu (9/12/2017) malam, rapat untuk menentukan dukungan dan Munaslub DPD Golkar itu dilakukan oleh DPD I Partai Golkar Kalsel. Rapat tersebut berlangsung di Gedung DPD Golkar Kalsel. Peserta undangan adalah DPD II Golkar kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil rapat tersebut menelurkan keputusan bahwa DPD Golkar Kalsel menyatakan untuk dukungan kepada Ir Airlangga Hartarto, MBA MMT.

Sebagaimana diketahui, Airlangga Hartarto adalah salah satu calon yang menguat pada bursa ketum Golkar di ajang munaslub ini. Selain Hartanto, beberapa nama lainya yang disodorkan diantaranya Aziz Syamsuddin dan Titiek Soeharto. Namun dalam kesepakatan pada Sabtu (9/12) malam diketahui DPD Golkar Kalsel memutuskan untuk mengusung Airlangga Hartarto.

Airlangga Hartarto lahir di Surabaya, Jawa Timur, 1 Oktober 1962. Airlangga adalah seorang politisi Golkar, dan mewakili Partai Golkar di pemerintahan Jokowi-JK. Beliau bertindak sebagai menteri yang berada dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Pada 27 Juli 2016 lalu Airlangga ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husin melalui reshuffle Kabinet Kerja Jokowi. Sebelumnya, Airlangga juga pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Emiten Indonesia periode 2011-2014.

Airlangga Hartarto termasuk politisi Golkar yang telah lama malang melintang di dunia politik. Sebelumnya, Airlangga adalah Ketua Komisi VII DPR RI periode 2006-2009 yang membidangi energi, lingkungan hidup dan ristek dari Fraksi Partai Golkar. Dirinya juga tercatat sebagai Wakil Bendahara dalam Pengurus DPP Partai Golkar periode 2004-2009. Pada kepengurusanperiode 2009-2015 tercatat sebagai Ketua DPP Partai Golkar.

Ia terpilih kembali menjadi anggota DPR periode 2009-2014 untuk daerah pemilihan Jawa Barat V dan menjabat sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi, BUMN. Ia juga adalah alumni Universitas Gajah Mada (UGM.)

Ketua Harian DPD Golkar Kalsel Supian Hk mengatakan bahwa keputusan untuk memilih Airlangga Hartanto adalah keputusan bulat bersama, berdasarkan hasil kesepakatan atau musyawarah di tingkat daerah dan bukan berdasarkan instruksi dari pusat. Dalam rapat tersebut Airlangga diputuskan untuk didukung karena beliau adalah orang yang bersih dengan track record yang bagus.

Sehari sebelumnya, yaitu pada Jumat (8/12/2017) bertempat di Palangka Raya, Dukungan kepada Airlangga Hartarto juga dikemukakan oleh Golkar Kalteng. Dukungan tersebut datang melalui Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golongan Karya Kalimantan Tengah (Kalteng). Abdul Razak, sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Kalteng memberikan penilaian kelayakan Airlangga Hartarto untuk menduduki jabatan ketua umum DPP Partai Golkar menggantikan Setya Novanto.

Abdul Razak menuturkan bahwa pada saat terjadinya Musyawarah Nasional di Provinsi Bali, Airlangga bersikap netral dan tidak ikut ke kubu manapun. Sikap politik tersebut, menurut pendapat Abdul Razak memberikan keyakinan apabila ketika nanti Airlangga mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan ketua umum dapat  merangkul semua pihak, semua faksi dan menyatukan seluruh kader.

Disamping itu, Abdul razak melihat peluang Airlangga menjadi Ketum Partai Golkar sangat besar dibanding sejumlah nama lainnya yang ikut digadang-gadang sebagai calon ketum Golkar. Jadi memang sudah barang tentu bahwa DPP Golkar Kalteng berharap mendukung yang menang,

Sebagai catatan, Abdul Razak pernah menjabat ketua DPD Partai Golkar Kalteng selama dua periode. Abdul Razak memaparkan bahwa pada dasarnya seluruh kader partai, termasuk di Kalteng, tidak pernah mempermasalahkan siapapun menjadi Ketum. Abdul Razak mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah bagaimana sosok seorang Ketua Umum Partai Golkar mampu membawa partai semakin bagus di mata rakyat dan melanjutkan program yang telah ada.

Salah satu faktor penting pemilihan Airlangga Hartarto adalah Pilkada 2018 dilanjutkan dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) beserta Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019. Seluruh kader beserta seluruh jajaran pengurus partai Golkar se-Indonesia sangat menginginkan kondisi seperti sekarang ini agar tidak terjadi lagi. Berdasarkan kesepakatan, sosok yang dirasakan tepat agar hal ini tidak terjadi lagi ada pada sosok Airlangga Hartarto.

Menurut pengakuan Abdul Razak, sosok yang juga Wakil Ketua DPRD Kalteng ini mengatakan bahwa DPP bersama seluruh DPD I Partai Golkar seluruh Indonesia telah bersepakat dan berencana untuk melaksanakan Musyawarah Luarbiasa Nasional (Munaslub) pada tanggal 16 dan 17 Desember 2017. Agenda munaslub tersebut adalah untuk mengganti Ketua Umum.

Pada dasarnya, tidak ada halangan lagi untuk melaksanakan Munaslub. Namun, sebelum munaslub tersebut dilaksanakan, DPP dan DPD I Partai Golkar sedang melakukan rapat pleno untuk membatalkan keputusan pleno sebelumnya. Setelah rapat pleno tersebut maka akan dilanjutkan dengan rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) untuk menetapkan pelaksanaan Munaslub. Tahapan ini memang harus dilaksanakan karena sesuai prosedur Partai Golkar. [ ### ]