Kabar Kalimantan

Golkar Kalbar Tanggapi Rahmad Satria Maju Independen

SATUMANDAU DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menanggapi langkah Rahmad Satria maju independen sebagai Bakal Calon Bupati Mempawah dalam Pilkada serentak 2018.

Sekretaris Daerah DPD Golkar Provinsi Kalbar Prabasa Anantur memberikan pernyatakan terhadap langkah yang diambil Rahmad Satria tersebut. Menurutnya, untuk saat ini Partai Golkar akan membiarkan Rahmad Satria melanjutkan niatnya terlebih dahulu.  Terkait langkah Partai Golkar terhadap Rahmat Satria jelas ada aturannya.

Namun, Prabasa mengatakan pada Sabtu (25/11/2017) akan menanti langkah Golkar Mempawah. Prabasa Anantur yang merupakan anggota DPRD Provinsi Kalbar itu, akan mengamati tindakan Golkar Mempawah memanggil Rahmad Satria, dan kemudian mengirimkan surat kepada DPD Partai Golkar Kalbar.  DPD Golkar Mempawah pasti akan memanggil Rahmad Satria terkait pencalonannya tersebut, karena sudah jelas peraturan dalam Partai Golkar.

Rahmad Satria akan berduet dengan mantan Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan Mempawah Ridwan Rusli untuk maju sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati mempawah. Demikian disampaikan beliau Sabtu (25/11/2017) ketika mendaftar melalui jalur independen. Rahmad Satria adalah politisi Partai Golkar Kabupaten Pontianak yang juga merangkap sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mempawah periode 2014-2019.

Bila pencalonannya disetujui KPU, maka dengan memutuskan maju sebagai Calon Bupati jalur perseorangan, Rahmad Satria harus melepaskan jabatan sebagai Ketua DPRD Mempawah. Jabatan tersebut telah dipegangya hampir tiga periode. Menurutnya majunya dirinya sebagai calon bupati mempawah merupakan keinginan masyarakat bukan keinginannya. Rahmad menegaskan bila Partai Golkar memecatnya berarti melawan masyarakat kabupaten mempawah.

Sebagaimana diketahui, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah memutuskan mengusung pasangan Erlina Ria Norsan dan Muhammad Pagi. Mereka akan berlaga di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mempawah Tahun 2018. Sebelumnya DPD Partai Golkar Kabupaten mempawah mengusulkan tiga nama ke DPP hasil penjaringan Balon Cabup dan Cawabup Kaupaten mempawah. Ketiga nama yang terdapat dalam daftar tersebut adalah Hj Erlina Ria Norsan, H Ria Mulyadi (Bendum DPD Partai Golkar Mempawah) dan Rahmad Satria (Ketua DPRD Mempawah merangkap kader Partai).

Seperti diketahui Erlina Ria Norsan adalah Ketua PKK Kabupaten Pontianak dua periode. Wanita berkacamata ini adalah istri dari Bupati Mempawah, Ria Norsan. Erlina Ria Norsan akan didampingi oleh Muhammad Pagi. Sebelum diputuskan DPP Golkar untuk maju bersama di Pilkada Mempawah 2018, Erlina Ria Norsan dan Muhammad Pagi, ternyata sama-sama mendaftar di DPD II Golkar Mempawah sebagai bakal calon kepala daerah.

Prabasa Anantur mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan peringatkan terlebih dahulu karena, belum tentu beliau lolos dalam pencalonan di KPU.Terlebih, sosok Rahmad Satria juga merupakan salah satu kader terbaik Partai Golkar di legislatif Kabupaten Mempawah.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, tentu Partai Golkar akan ada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Proses sanksi sampai dengan pemecatan harus melalui prosedur. PErtimbangan lain juga mengacu pada aturan internal Partai Golkar. Proses pertama adalah dengan memanggil dan memberikan peringatan yang bersangkutan. Sanksi terberat memang berupa pemecatan. Namun tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk sampai ke tahap pemecatan, harus melalui beberapa tahap, baik ditingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. [###]