Kabar Kalimantan

Golkar Dorong Peningkatan Representasi Perempuan di Legislatif

SATUMANDAU Menyambut Pemilu 2019, Partai Golkar mendorong peningkatan representasi perempuan di legislatif.

Pemilihan Umum akan berlangsung tidak lama lagi.  Kurang dari 20 bulan. Dalam politik, itu adalah hal yang singkat.  Ajang pemilihan umum serentak 2019 menjadi pesta demokrasi lima tahunan di republik ini. Pemilu 2019 nanti juga dapat menjadi momentum bagi para perempuan. Bagi para perempuan yang sudah maupun ingin berkecimpung dalam bidang politik, ini adalah kesempatan untuk meningkatkan representasi di lembaga legislatif.

Kesempatan ini diungkapkan oleh Hetifah Sjaifudian. Sosok Ketua Umum Gerakan Perempuan Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong-Royong (GePe MKGR) memberikan pemaparan dalam ajang pendidikan dan latihan anggota bertema “Perempuan dan Pemilu” pada Senin (4/12/2017).

Ada lima aspek penting yang perlu diperhatikan oleh para perempuan untuk terjun ke politik. Menurut Hetifah, lima hal itu meliputi dukungan organisasi (partai), keluarga, jaringan sosial, pendanaan dan tim pendukung.

Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan bahwa jejaring sosial harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Hetifah meminta perempuan yang akan mencalonkan diri di Pileg untuk aktif memanfaatkan jejaring sosial sebaik-baiknya. Para perempuan ini harus aktif berkomunikasi lintas komunitas. Pemanfaatan media sosial juga penting bagi pencitraan caleg. Dengan demikian, para perempuan politik ini dapat membangun citra positif di mata masyarakat.

Hetifah mendorong para perempuan untuk menggali potensi jaringan dan koneksinya. Manfaatkan jaringan alumni, mulai dari alumni SD, SMP, SMA, teman-teman kuliah. Semua jaringan tersebut harus diberdayakan. Lakukan pendataan dengan mencatat dan menyimpan arsip dari masing-masing jaringan tersebut. Intinya, harus dapat memanfaatkan media sosial yang ada.

Ada faktor lain yang cukup memberikan pengaruh. Menurut Hetifah, faktor ini tidak dapat dikesampingkan. Apakah faktor tersebut? Menurutnya, faktor lain dan tidak kalah penting bagi perempuan yang hendak terjun ke politik adalah niat. Bila ingin terjun ke politik, harus ada niat yang kuat, lalu niat tersebut juga harus berdampingan dengan strategi. Niat tersebut harus kuat untuk semakin memantapkan motivasi para perempuan ini terjun ke dalam dunia politik. Tanyakan dan jujurlah kepada diri sendiri tentang motivasi itu.

Dalam acara yang sama, Ketua Umum Ormas MKGR Roem Kono juga mendukung partisipasi perempuan dalam politik. Roem Kono menyampaikan dukungannya terhadap perempuan-perempuan MKGR untuk terjun di Pemilu 2019 nanti. Harapan beliau, perempuan MKGR akan memberikan representasi dan warna baik di Partai Golkar dan di DPR maupun DPRD. Roem Kono secara pribadi dan MKGR mendorong perempuan untuk maju dan berpartisipasi di bidang politik melalui Pemilihan legislatif 2019 nanti. [ ### ]