Kabar Kalimantan

Golkar Dorong Pramuka Pimpin Generasi Muda Hindari Korupsi

SATUMANDAU Partai Golkar mendorong Pramuka berada di barisan terdepan untuk pimpin generasi muda jaman now menghindari perbuatan jahat korupsi.

Mahyudin mengatakan hal tersebut di hadapan ratusan generasi muda anggota Pramuka Kwartir cabang Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pada kesem peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Minggu (10/12/2017).

Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, para kader bangsa harus mulai belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik dengan menghindari perbuatan jahat seperti korupsi.

Sosok Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar ini mengajak para pramuka untuk mulai mempelajari, memahami  dan  mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang ada dalam Empat Pilar yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Politisi Partai Golkar ini juga menjelaskan, korupsi yang sudah mewabah dan kronis Dalam kenyataannya, saat ini korupsi sangat sulit sekali hilang dan memberikan dampak negatif luar biasa. Sudah seharusnya Korupsi dijadikan sebagai musuh bangsa Indonesia saat ini.

Yang menyedihkan, sebagian besar pelaku korupsi adalah para oknum pejabat pemimpin lembaga mulai dari yang tinggi sampai kecil antara lain pemimpin lembaga tinggi negara, lembaga hukum, militer, Bupati, Walikota, Gubernur, kepala desa sampai RT, semuanya tertangkap karena korupsi. Sudah banyak sekali para pelaku korupsi yang masuk penjara. Namun hal ini tidak menghalangi koruptor dari melakukan perbuatannya. Tidak ada efek jera. Tetap saja korupsi masih tidak dapat dihilangkan dari masyarakat.

Kejahatan luar biasa ini terjadi di tengah-tengah kemiskinan yang masih kental mewarnai sebagian besar masyarakat Indonesia. Masih banyak rakyat Indonesia yang hidup miskin. Korupsi tersebut merampas hak-hak masyarakat yang seharusnya dapat menikmati pembangunan, tapi tidak dapat merasakannya, Karena uang untuk pembangunan itu sudah dikorup oleh oknum-oknum tersebut.

Oknum-oknum pejabat tersebut tidak memiliki tanggung jawab moral kepada negara dan rakyat. Mahyudin mengkhawatirkan, bahwa banyaknya oknum pejabat yang menjadi pelaku korupsi, generasi muda kader bangsa minim sosok teladan. Lebih ditakutkan lagi jika korupsi menjadi kewajaran bagi generasi muda. Oleh karena itu, Mahyudin mengimbau para kader pramuka, sebagai generasi muda bangsa harus pintar memilih dan memilah untuk menemukan sosok teladan di Indonesia.

Walaupun demikian, masih banyak pejabat-pejabat yang bisa menjadi teladan generasi muda. Sosok Teladan tersebut juga dapat dibentuk, mulai dari diri sendiri dengan terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas akhlak dan moral sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan. Generasi muda harus memahami hal tersebut.  [ ### ]