Kabar Kalimantan

Gedung DPRD Batal Dibangun, Golkar Balikpapan Dorong Hal Prioritas

SATUMANDAU Setelah melalui polemik, pembahasan dan kajian, akhirnya diputuskan bahwa Gedung DPRD Batal dibangun. Golkar Balikpapan mendorong penggunaan anggaran yang tadinya untuk pembangunan Gedung untuk difokuskan pada hal lain yang sifatnya lebih prioritas dan mendesak, seperti penanganan masalah banjir. Sebagaimana diketahui, masalah banjir di Balikpapan kian lama menjadi masalah yang harus mendapatkan penanganan serius.

Walaupun gedung dewan batal dibangun, namun DPRD Balikpapan tidak ingin bersikap pesimis. Gelora semangat untuk membangun ‘Kota Minyak’ demikian julukan Kota Balikpapan masih terbuka lebar. Walaupun semangat tersebut dibayangi berbagai isu soal kemampuan para legislator menjalankan fungsinya, namun 45 anggota dewan tetap yakin dapat memberikna yang terbaik. Apalagi tahun waktu tersisa hanya sedkit saja, yaitu Tahun 2018 dan tahun depan yang menjadi tahun terakhir tuntasnya periode 2014-2019 yang dipimpin Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh.

Setelah rapat paripurna istimewa, Jumat (9/2/2018) usai, Abdullah, memberikan doa kepada Balikpapan. Politisi Golkar Balikpapan ini mengharapkan warga Kota Minyak menjadi lebih makmur. Peningkatan sumber daya manusia dan sumber daya alam akan menjadi skala prioritas. Skala Prioritas berfokus pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Walaupun harus mengorbankan kepentingan wakil rakyat, yaitu dengan membatalkan rencana pembangunan gedung. “Insyaallah pembatalan pembangunan gedung DPRD terlaksana. Nanti uangnya diberikan hal lain yang lebih prioritas,” ungkap politisi Partai Golkar ini. DPRD Balikpapan akan mengadakan rapat khusus dalam waktu dekat ini. Rapat khusus tersebut akan membahas alokasi anggaran dari gedung DPRD tahun 2018 yang batal dibangun ke sejumlah proyek dan program pemerintah lain.

Salah satu program yang menjadi fokus yaitu penanganan banjir. Legislator DPRD Balikpapan ini menuturkan bahwa pihaknya akan fokus pada pelebaran Sungai Ampal. Pasalnya, setiap terjadi hujan deras, sungai meluap dan menggenangi sejumlah titik di kawasan sekitarnya. Abdulloh mengatakan bahwa rencananya, Hari Senin akan ada Rapat. “Senin ini (12/2/2018) kami rapat. Bagaimana uang ini bisa dimanfaatkan untuk pelebaran sungai, parit besar, dan lainnya,” ucapnya menjelaskan rencana rapat.

Abdulloh pun tidak memungkiri, bahwa kemampuan Pemkot Balikpapan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rizal Effendi dan Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud belum maksimal. Walaupun usia pemerintahan Rizal-Rahmad sudah hampir 21 bulan, namun masih banyak visi dan misi yang belum tuntas. Namun, menurutnya, masih ada waktu untuk menyelesaikan program kerja mereka. Menurut Abdulloh, kesempatan tersebut masih terbuka, karena belum selesai masa kerjanya. “Ini masih starting, ya. Finish-nya belum. Yang jelas, concern saya itu belum menemukan adil, makmur, dan merata. Mudah-mudahan bisa diselesaikan pada akhir periode beliau,” kata Abdulloh.

Harapannya, DPRD dapat memberikan fungsi sebagai check and balance dari pemerintahan daerah dalam menjalankan tugas serta kewajibannya.  dengan demikian, segala kekurangan dan hal yang belum tercapai selama masa kepemimpinan Wali Kota Rizal Effendi dan Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud dapat dipenuhi. Sejatinya, program-program tersebut adalah janji untuk rakyat. Dan, Karen merupakan janji, maka menjadi hutang yang harus dipenuhi demi tercapainya kesejahteraan bagi warga Balikpapan. [ TL/# ]