Kabar Kalimantan

Fraksi Partai Golkar DPRD Banjar Mundur Dari Pansus Angket

Gedung DPRD Banjar

Gedung DPRD Banjar

SATUMANDAU Satu persatu partai menarik anggotanya dari kepanitiaan hak angket DPRD Banjar.  Jika awalnya PKB, kini giliran Golkar Banjar yang menarik dukungan di saat kerja angket mencapai 80 persen. Padahal, partai berlambang beringin tersebut terbilang getol menyerukan angket untuk menyelidiki kebijakan kontroversial bupati Khalilurrahman di Kabupaten Banjar.  

Surat penarikan atau pencabutan anggota pansus angket  bertanggal 4 Maret 2018 tersebut pun langsung jadi buah bibir dan dibagikan melalui grup-grup internal whatsapp. Tiga anggota fraksi yang ditarik adalah Kamaruzzaman, Kasmili, dan Chairil Anwar. Surat fraksi ditandatangani Ketua Fraksi Golkar Kamaruzzaman dan Sekretaris M Chairil Anwar.

Perintah menarik dukungan angket langsung datang dari Ketua DPD Partai Golkar Kalsel melalui Korwi I Puar Junaidi. Seruannya jelas, seluruh anggota pansus dari Fraksi Golkar harus ditarik dari keanggotaan pansus. Sayangnya,  tidak ada alasan yang dicantumkan mendasari surat mengejutkan itu. Ketua DPRD H Rusli enggan memberikan tanggapan. Ia mengaku masih berada di rumah sakit merawat putranya dan minta harian ini konfirmasi langsung kepada Kamaruzzaman. 

Kamaruzzaman sendiri enggan merespon panggilan. Hal sama dengan Chairil Anwar, telepon pribadi miliknya tidak aktif, biasanya Ketua KNPI Banjar itu sangat mudah dikonfirmasi. Ketua Pansus Angket  Akhmad Rozanie Himawan Nugraha dan Sekretaris  Khairuddin mengatakan angket tetap jalan  sampai tugas yang dijalankan  selesai. “Kami menghormati hak politik Golkar yang menarik diri dari Pansus Hak Angket. Panitia tetap jalan dan tidak kendor menjalankan amanah masyarakat melalui Rapat Paripurna yang didukung 26 anggota DPRD Banjar,” tegas Rozanie.

Stabilitas angket yang dibolongin dari dalam tersebut ditanggapi beragam oleh masyarakat. Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Firdaus dari Desa Sungai Rangas, Kecamatan Martapura Barat, ia menyesalkan sikap Fraksi Partai Golkar.”Bayangan saya, angket ini akan kompak dan solid sampai akhir, di tengah jalan Golkar malah cabut. Padahal mereka salah satu pengusul,” ujarnya.

Senada diucapkan oleh Aliansyah, tokoh pemuda Martapura ini menilai Golkar terlalu pragmatis dan sangat rapuh mendukung angket. “Golkar termasuk paling getol menyuarakan angket. Tapi lemas ditengah dan tidak sampai habis. Kami akan ke DPRD Banjar minta audiensi kepada anggota angket dan DPRD Banjar,” pungkasnya.

 

[ LINK ]