Politik

Fokus Pilgub, Golkar Kaltim Redam Ego Musdalub

SATUMANDAU Fokus pada pemenangan di ajang Pilgub, secara perlahan Golkar Kaltim berusaha meredam ego penyelenggaraan musdalub. Sebelumnya, muncul Isu panas berupa derasnya desakan musyawarah daerah luar biasa (musdalub) oleh pengurus DPD Golkar di tingkat kabupaten dan kota beberapa waktu lalu. Setelah lama berembus selama beberapa waktu, tampaknya dapat dipadamkan untuk sementara waktu.

Pada Sabtu dua hari lalu (3/2/2018), dalam rapat konsolidasi pengurus DPD Golkar Kaltim dengan pengurus DPD Golkar tingkat kabupaten dan kota yang dilaksanakan di Hotel Blue Sky, Balikpapan, tercapai kesepakatan. Hasil rapat berupa kesepakatan untuk tidak membahas dulu penyelenggaraan musyawarah daerah luar biasa (musdalub) selama penyelenggaraan pilgub.

Zainuddin Thaib mengatakan, bahwa rapat konsolidasi pada Sabtu siang (3/2/2018) banyak membahas strategi menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, serta Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. “Isu utama yang dibahas adalah tiga hal tadi,” demikian Zainuddin Hal tersebut disampaikan ketua DPD Golkar Kutai Barat sekaligus juru bicara DPD Golkar kabupaten/kota di Kaltim.

Zainuddin Thaib menegaskan,  saat ini Golkar Kaltim fokus ke tahapan Pilgub Kaltim. Dengan demikian, musdalub untuk sementara dikesampingkan. Dalam penjelasannya, Zainuddin mengatakan, ada tiga poin inti yang dibahas dalam rapat kemarin. Dan kesemuanya sama sekali tidak membahas mengenai penyelenggaraan musyawarah daerah luar biasa (musdalub).

Ketiga hal yang dibahas tersebut adalah: Pertama; perihal verifikasi faktual DPD Golkar tingkat kabupaten dan kota di Kaltim oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim beberapa waktu lalu. “Alhamdulillah, semua DPD di sepuluh kabupaten/kota memenuhi syarat,” ujarnya seraya bersyukur bahwa Partai Golkar Kaltim telah memenuhi semua persyaratan dari KPU.

Poin kedua; Terkait kesiapan Golkar Kaltim menghadapi Pilgub Kaltim 2018 pada 27 Juni mendatang. Dalam rapat tersebut, pengurus Golkar di sepuluh kabupaten dan kota menyatakan telah siap mendukung dan memenangkan pasangan Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail. Partai Golkar bersama Partai Nasdem mendukung pasangan dengan julukan AnNur tersebut di ajang Pilgub Kaltim.

Dukungan kepada pasangan tersebut adalah bukti toltalitas pengurus Golkar di tingkat kabupaten dan kota. “Sebagai tanda kepatuhan kami terhadap kebijakan DPP yang menunjuk mereka sebagai pasangan kandidat yang diusung Golkar,” demikian Zainuddin menjelaskan. Poin ketiga; rapat mengenai tahapan pemilu 2019, yang mengadakan pileg dan pilpres secara serentak tahun depan.

Perihal musdalub, politisi Golkar ini mengungkapkan, bahwa saat ini sudah diserahkan ke DPP. “Bolanya sudah kami oper ke sana,” ujarnya memberikan penjelasan. Karena sudah diserahkan ke pusat, maka pengurus Golkar di Kaltim sekarang sifatnya hanya menunggu. Menurut Zainuddin, DPD Golkar kabupaten/kota kini sedang fokus dengan prioritas memenangkan pilgub.

Terlebih, menurut Zainuddin, ada beban dan tanggung jawab moral Golkar sebagai partai politik (parpol) dengan suara terbanyak kedua nasional, dan pemegang suara paling banyak di Kaltim. Zainuddin menerangkan, dengan partai pemenang di Bumi Etam, Golkar Kaltim harus menjaga kekompakan dan soliditas partai. Konsolidasi tak berhenti pada rapat Sabtu kemarin saja.

Rencananya, untuk lebih memantapkan konsolidasi, pada Senin (5/2/2018) akan ada rapat lanjutan. “Senin pengurus akan rapat dengan fraksi-fraksi Golkar di DPRD Kaltim dan DPRD kabupaten/kota,” pungkas Zainuddin. Padahal beberapa waktu sebelumnya, di tengah suasana politik Pilgub Kaltim 2018 yang kian panas, DPD Golkar kabupaten/kota sempat mendesak menggelar musdalub pada 21 Januari lalu.

Andaikata musdalub dilaksanakan, posisi Sofyan Hasdam sebagai pelaksana tugas (plt) ketua DPD Golkar Kaltim akan digantikan oleh ketua yang terpilih dalam musyawarah luar biasa itu. Alasan lain pengurus Golkar kabupaten/kota di Kaltim ingin melaksanakan musyawarah pemilihan ketua definitif tersebut, agar rumah tangga Golkar Kaltim memiliki kejelasan.

Sebelumnya, Andi Sofyan Hasdam dengan tegas menyatakan tak ingin melaksanakan musdalub. Dia menerangkan, memang belum ada rencana untuk melaksanakan Musdalub DPD Golkar Kaltim. “Apalagi, sekarang di DPP Golkar pun baru ada pergantian pengurus,” tuturnya. Sedangkan musdalub, kata dia, bergantung dari keputusan DPP. Menurut Sofyan, hal yang seharusnya menjadi prioritas adalah Pilgub Kaltim 2018 yang tinggal hitungan bulan.

Menurut Calon Gubernur Kaltim ini, di tengah kesibukan seperti sekarang, musdalub bisa dikesampingkan untuk beberapa waktu. “Nah, bila tetap ngotot melaksanakan musdalub, saya akan letakkan jabatan Plt. Saya akan mengurus pilgub biar mereka yang mengurus penyelenggaraan musdalub,” demikian tegas Sofyan Hasdam. “Bila disuruh memilih, saya mesti memilih pemenangan di pilgub,”lanjut Sofyan Hasdam mengenai pilihan yang akan diambilnya. { @@ }