Politik

Fairid Naparin-Umi Mastikah Dorong Palangka Raya Jadi Kota Jasa

SATUMANDAU Paslon wali kota dan wakil wali kota Palangka Raya Fairid Naparin-Hj Umi Mastikah menginginkan  kota tersebut sebagai kota jasa, dengan masyarakatnya memiliki pekerjaan yang layak. Sehingga, kelak ketika memimpin, paslon nomor urut 3 di Pilkada Kota Palangka Raya ini ingin memperbanyak lapangan pekerjaan yang layak bagi masyarakat. Seperti yang termuat dalam gagasan Fairid-Umi untuk membangun kota.

Gagasan tersebut yakni terciptanya kemajuan, kerukunan dan kesejahteraan bagi Kota Palangka Raya. Dikatakan Fairid, sebagai ibu kota Provinsi Kalteng, Kota Palangka Raya merupakan pusat pemerintahan di Kalteng. Selain itu, Palangka Raya juga memiliki beberapa kelebihan yang sepatutnya bisa diandalkan seperti ekowisata dan sebagai kota jasa. Sehingga, sektor itu mesti didukung dengan program unggulan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Apalagi, pihaknya ingin membangun kota cerdas atau Smart City, maka diperlukan kualitas SDM yang mumpuni. “Untuk itu diperlukan membuka lapangan kerja di sektor swasta yang sebanyak-banyaknya,” ujar Fairid, beberapa waktu lalu. Menurut dia, dipilihnya sektor swasta lantaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mesti mengikuti kuota atau formasi dari Pemerintah Pusat.

Sedangkan, Kota Palangka Raya juga memiliki kelebihan dari sektor jasa. Namun, kurang begitu dilirik serta perlu sentuhan inovasi agar mendukung pembangunan. Untuk itulah, Fairid-Umi juga akan membangun kota yang juga menyediakan banyak lapangan kerja seperti jasa. “Lapangan pekerjaan itu contohnya dari sektor jasa. Karena, kota ini merupakan salah satu kota jasa. Sehingga nanti jika punya pekerjaan yang layak seiring pendapatan yang cukup,” tambahnya.

Untuk mendukung gagasan itu, paslon yang diusung Partai Golkar, Demokrat, PAN, PPP dan didukung PKS, Perindo, PKPI, PBB, Partai Garuda dan Partai Idaman ini ingin membuka sebanyak-banyaknya kesempatan bagi investor. Dicontohkan Fairid, Pemprov Kalteng berencana memperluas sektor kepariwisataan di kawasan sekitar Taman Nasional Sebangau.

Kelak, jika terealisasi maka mesti didukung investor dan juga kualitas SDM masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Sehingga, program yang dibangun pemerintah berdampak nyata bagi masyarakat. Untuk itu Fairid-Umi ingin masyarakat punya kemampuan menjual berbagai jasa. Termasuk yang mendukung kepariwisataan seperti tour guide, transportasi, kuliner dan juga lainnya. “Bisa juga dicarikan sektor jasa lainnya. Ini mesti didukung. Sehingga, ke depan akan kami coba wujudkan. Kami, Fairid-Umi, hadir untuk memberi warna baru bagi kota. Membangun kota dengan hati,” pungkas dia.

 

sumber berita