Kabar Kalimantan

Empat Amanat Bunda Rita Bagi Golkar Kaltim

SATUMANDAU  Sepucuk surat tiba di Golkar Kaltim. Didalam surat itu tertoreh empat amanat dari Bunda Rita Widyasari bagi Golkar Kaltim.

Sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim, Rita Widyasari harus melakukan komunikasi dengan jajaran pengurus dan kadernya. Sebagaimana diketahui, hal tersebut menjadi sulit dilakukn mengingat saat ini beliau marih meringkuk di balik jeruji tahan KPK di Jakarta.

Walaupun demikian, Bunda Rita masih melakukan komunikasi dengan jajaran pengurus dan kader Golkar Kaltim. Sepucuk surat dengan empat amanat untuk dicermati tiap insan pengurus dan kader Golkar di Kaltim.

Ada empat amanat dalam surat itu. Pertama, Rita berpesan agar Golkar tetap solid di tahun politik, Sebagaimana diketahui, tahun 2018 adalah tahun pelaksanaan Pilkada serentak, termasuk di Kaltim. Kemudian berlanjut dengan Pemilu Legislatif dan Pilpres setahun berikutnya, tahun 2019.

Kedua, Rita Widyasari meminta agar seluruh kader Golkar Kaltim untuk mencermati dinamika politik di tingkat nasional dan di daerah, khususnya menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim.

Amanat ketiga, Rita Widyasari meminta pertimbangan yang matang dan cermat serta teliti kepada pengurus Golkar Kaltim dalam menghadapi pilkada 2018. Dengan demikian, dapat mengambil keputusan tepat, tidak salah dalam mengambil pertimbangan politik menjelang tahun politik 2018.

Amanat keempat yang merupakan pesan terakhir, Rita Widyasari menyebut penyelenggara kebijakan di tingkat provinsi masih berproses.

Empat amanat tersebut ditulis oleh Rita Widyasari selaku Ketua DPD I Golkar Kalimantan Timur. Surat tersebut diantarkan oleh sang suami, Endri Elfran Syafril yang diamanatkan ke Sekretaris DPD Golkar Kaltim, Abdul Kadir. Menurut pengakuan Abdul Kadir, surat tersebut diterima pada akhir November lalu.

Menurut Sekretaris DPD Golkar Kaltim ini, Partai Golkar siap menghadapi setiap catatan politik yang menyangkut persoalan di Kaltim. Rita Widyasari juga menurut pemberitaan yang beredar sudah ikhlas untuk tidak maju di Pilgub Kaltim. Secara prinsip, jajaran pengurus Golkar Kaltim masih berpegang pada mekanisme partai. Selain itu, pihaknya tetap memperhatikan proses yang berlangsung di Jakarta.

Golkar Kaltim akan bersikap hati-hati dalam memberikan sikap terkait setiap perkembangan yang terjadi di Jakarta. Setiap langkah di Kaltim tidak akan dilakukan dengan terburu-buru. Tiap langkahnya akan mempertimbangkan setiap perkembangan situasi, kondisi dan dinamika internal partai di DPP Jakarta, karena persoalan di pusat dan daerah saling berkaitan. Golkar Kaltim masih menghormati keputusan pusat yang mencalonkan Rita sebagai Cagub Golkar.

Sementara untuk wakil, Golkar Kaltim masih berpegang teguh kepada tujuh nama yang aktif mengikuti tahapan penjaringan Golkar Kaltim hingga selesai.  Ketujuh nama tersebut adalah Sofyan Hasdam (Bontang), Suriansyah (Kutim), Zailani (Berau), Agus Mustapa (Balikpanan dan Penajam Paser Utara), Farid Wadjdy (Kukar), Makmur HAPK (Kubar) dan Awang Ferdian (Samarinda).

Sebagaimana diketahui, gejolak dorongan untuk melaksanakan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) sedang berlangsung di Jakarta dan daerah. Saat ini Golkar Kaltim masih berpegang teguh pada keputusan pusat, yakni mencalonkan Rita sebagai calon Gubernur Pilgub Kaltim 2018-2023 dari Golkar. [ ### ]