Nusantara

Duh! Pernyataan Kemendag Dan Bulog Bertolak Belakang Soal Impor Beras

SATUMANDAU – Berdasarkan keputusan rapat koordinasi terbatas yang dilakukan pada awal tahun ini, Kementerian Perdagangan kembali mengizinkan Perum Bulog untuk melakukan impor beras, sebanyak 1 juta ton.

Hal ini dibenarkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan yang menyatakan bahwa impor beras dilakukan untuk mengisi stok dan juga sebagai cadangan beras. Menurutnya, stok cadangan beras Bulog hanya 900 ribu ton.

Pernyataan ini bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. Menurut Buwas, stok beras Bulog tengah melimpah dan gudang sudah penuh sehingga tak bisa menampung beras dari petani.

“Hari ini pun kita sudah tidak mampu lagi menampung beras-beras yang ada di gudang-gudang kita, sudah penuh. Gudang kita itu bisa menampung riil itu 3,2 juta ton, nah sekarang sudah penuh semua,” katanya dilansir dari Kumparan.

Karena surplus, Bulog sampai harus meminjam gudang milik swasta dan instansi lain untuk menampung beras tersebut. Buwas juga menegaskan tak perlu ada impor beras.

“Sampai saat ini sih belum. Saya sudah hitung dengan Direktur Pengadaan, saya lihat posisi saat panen dengan pasca panen, saya sudah hitung secara keseluruhan di Tanah Air. Jadi perlu tidaknya impor itu kita pertimbangkan. Kalau menurut saya, hitungan sementara kita enggak perlu impor karena dari dalam negeri sudah sangat banyak,” tutupnya.

sumber berita