Politik

Duet Golkar-PKB Usung YAS di Sanggau

SATUMANDAU Dua partai politik melakukan duet koalisi, antara Partai Golkar dan PKB, keduanya usung Yansen Akun Effendi-Fransiskus Ason (YAS) berlaga di Pilkada Sanggau tahun ini. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Sanggau pada Juni 2018 nanti hanya akan diikuti dua pasangan calon. Pasangan pertama, yaitu Paulus Hadi-Yohanes Ontot (PH-YO) akan berhadapan dengan pasangan lainnya, yaitu Yansen Akun Effendi-Fransiskus Ason atau dikenal dengan singkatan YAS.

Kepastian dua pasang calon ini karena seluruh partai yang memiliki kursi di DPRD Sanggau telah habis terbagi diantara kedua pasangan tersebut. Jalur independen yang juga disediakan untuk calon yang tidak mendapat dukungan partai politik namun ingin maju juga sepi, tidak ada seorang pun yang mendaftar hingga berakhirnya waktu pendaftaran.

Pasangan petahana, PH-YO mendaftarkan diri ke KPU Sanggau sebagai pasangan pertama pada Senin (8/1/2018). Sehari berikutnya, pasangan YAS mendaftarkan diri ke KPU Sanggau, pada Selasa (9/1/2018). Sebelum melakukan pendaftaran, pasangan YAS menggelar deklarasi di gedung DPD Golkar Sanggau.

Acara deklarasi tersebut turut dihadiri oleh para ketua dan pengurus partai pengusung. Seperti diketahui pasangan YAS didukung oleh koalisi partai pengusung YAS sebanyak dua partai, yaitu Partai Golkar dan PKB. Meskipun demikian, gedung DPD Golkar itu tidak sanggup menampung para simpatisan dan relawan yang hadir. Jumlahnya mencapai kurang lebih seribu orang pendukung.

Pasangan Yansen dan Ason berkomitmen mengedepankan politik santun dan beretika, guna mencegah perpecahan di Kabupaten Sanggau.“Tujuan kita mengikuti Pilkada ini adalah untuk membangun, bukan membuat kita bercerai berai. Kita semua ini orang Sanggau, kita ini bersaudara. Jangan mau diadu domba untuk memenuhi nafsu politik sekelompok orang. Persatuan antar kita jauh lebih penting dari sekedar merebut kekuasaan,” kata Yansen di hadapan massa di gedung Golkar Sanggau, Selasa (9/1).

Yansen mengaku tetap santai menghadapi serangan-serangan terhadap dirinya, termasuk isu sebagai mantan narapidana. Dikatakannya, tidak ada kepala daerah yang sempurna. Pasti ada pelanggaran hukum yang dilakukan, sengaja ataupun tidak sengaja. “Tugas kita adalah fokus memenangkan Pilkada. Kalau ada tim lain yang memulai pun jangan dibalas. Jangan rusak persaudaraan kita dengan hal yang tidak penting,” ingatnya.

Calon Wakil Bupati Sanggau, Fransiskus Ason  turut menyampaikan hal serupa. Ason sapaan akrabnya mengajak kandidat Kepala Daerah yang bertarung untuk beradu program, visi dan misi mensejahterakan rakyat. “Tujuan kami maju bersama pak Yansen adalah untuk membangun Sanggau, bukan memecah-belah. Saya berpesan kepada seluruh tim koalisi, relawan dan simpatisan untuk tetap fokus berjuangan,” demikian pesan Ason.

Bagi Ason, persatuan adalah modal utama pembangunan. “Tidak ada Dayak, Melayu, Cina, Jawa, Bugis, Madura dan lain sebagainya.Kita ini sama, di hadapan Tuhan dan di hadapan hukum. Jadi jangan bawa-bawa isu agama, isu etnis, karena kita semua adalah sama,” ujarnya tegas.

Fransiskus Ason juga mengatakan bahwa menjadi seorang pemimpin harus berani. Jangan plin plan. Gunakan dana yang ada untuk kepentingan rakyat. “Kalau tidak berani itu pasti ada apa-apanya. Kalau saya jadi pemimpin, kepala dinas/badan yang tidak mampu langsung kita ganti karena saya tidak mau orang-orang yang membantu saya tidak mampu bekerja,” demikian ujarnya.

Tidak ketinggalan, Ason juga mengingatkan kepada seluruh tim, tidak membalas hinaan. “Cukup kita lawan dengan senyuman. Berpegang teguhlah pada tujuan kita untuk meraih kemenangan bersama rakyat, karena prinsipnya kemenangan itu adalah untuk dan milik rakyat bukan untuk segelintir orang,” ingatnya. Selesai prosesi acara deklarasi YAS, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang dikenal dengan slogan MANTAP ini bergerak menuju kantor KPU Sanggau dengan iring-iringan partai koalisi, relawan dan simpatisan . [@]