Kabar Kalimantan

Dua Nama Golkar Menguat di Pilgub Kaltim

SATUMANDAU Konstelasi politik di Kaltim masih terus bergerak dinamis. Setelah Rita dilengserkan, dua nama dari Partai Golkar mulai menguat di kancah Pilgub Kaltim.

Muncul titik terang dalam kepengurusan di DPP dengan tampilnya sosok Airlangga Hartarto. Kemunculannya juga turut mengubah peta politik di daerah, dalam hal ini di Kaltim. Sebagaimana diketahui, pada minggu lalu Airlangga telah mengeluarkan surat pemberhentian Rita dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim, dan menunjuk Andi Sofyan Hasdam sebagai Pelaksana Tugas (Plt) menggantikan Rita. Sejak saat itu,  mesin politik Partai Golkar Kaltim mulai bergerak lagi.

Andi Sofyan Hasdam sebagai Plt Ketua DPD I Partai Golkar Kaltim mengungkapkan bahwa calon Gubernur Kaltim yang akan diusung Partai Golkar akan diumumkan pada minggu terakhir bulan Desember 2017, menunggu keputusan dari DPP Golkar. Saat ini DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto sedang melakukan paket simulasi cagub dan cawagub yang potensial memenangkan kontestasi Pilgub Kaltim 2018 mendatang.

Menurut Andi Sofyan Hasdam, simulasi kandidat yang dijalankan DPP Golkar sangat terbuka. Artinya, semua figur bakal cagub dan cawagub yang selama ini telah meramaikan Pilgub Kaltim, dimasukkan kedalam skema simulasi. Partai Golkar akan memastikan figur calon gubernur wakil gubernur dan yang akan diusung adalah yang terbaik.

Artinya, Partai Golkar tidak akan mencari nama diluar dari 10 daftar bakal cawagub yang telah mendaftar sebagai pendamping Rita Widyasari beberapa waktu lalu. Namun, berdasarkan data statistik, hanya muncul dua sosok dari internal Partai Golkar yang memiliki kans untuk diusung pada Pilgub Kaltim 2018, yakni Andi Sofyan Hasdam dan mantan Bupati Berau Makmur HAPK.

Mantan Walikota Bontang dua periode ini juga tidak menampik ketika dirinya ditanya tentang peluang dirinya diusung oleh partai yang sudah membesarkannya. Jika ditanya kesiapannya, Sofyan Hasdam langsung menyatakan siap, namun, tetap menunggu keputusan partai.

Berdasarkan hasil survei DPP Golkar yang melibatkan tiga lembaga, yakni Pusdeham, Lembaga Survei Indonesia, dan Indobarometer menempatkan Andi Sofyan Hasdam dan Makmur HAPK. Idealnya, memang Partai Golkar mengusung kedua sosok tersebut dalam satu paket, karena memang kondisi di Kaltim memungkinkannya.  Partai Golkar di Kaltim tidak perlu berkoalisi dengan partai lain karena dengan menguasai 14 kursi di DPRD provinsi Kaltim, Golkar memiliki tiket emas untuk mencalonkan pasangan sendiri.

Namun, ketika berbicara tentang Pilkada, ada banyak variabel yang harus diperhitungkan bila ingin memenangkan Pilgub Kaltim 2018. Ideal bagi Partai Golkar, namun belum tentu ideal untuk memenangkan Pilkada serentak nanti. Andi Sofyan Hasdam menegaskan, dalam hal ini, Partai Golkar adalah partai yang sangat rasional dan realistis dalam memutuskan calon dalam setiap kontestasi Pilkada. Artinya, tidak ada jaminan bahwa figur Ketua Golkar Provinsi akan secara otomatis diusung jadi calon Gubernur. Contohnya seperti yang terjadi  di Kalbar. Sosok Ketua DPD I Golkar Kalbar Ria Norsan pada awalnya dijagokan sebagai calon Gubernur Kalbar 2018, namun akhirnya oleh DPP Golkar diusung sebagai cawagub mendampingi Sutarmidji sebagai cagub dari PPP.

Melihat kenyataan ini, sungguh disayangkan bila Partai Golkar tidak dapat memaksimalkan kekuatannya di Kaltim. Hal inilah yang sekaligus menjadikan Partai Golkar di Kaltim selalu ditunggu setiap langkahnya oleh partai lain dan masyarakat menuju Pilgub Kaltim 2018. Saat ini, semuanya masih menunggu keputusan DPP Partai Golkar di Jakarta.

[ ### ]