Kilas Global

Doorr!! Kim Jong-un Eksekusi Mati Pejabat Nuklir Korea Utara?

SATUMANDAU  Menurut kabar yang beredar, Kim Jong-un telah eksekusi mati seorang pejabat yang bertugas untuk mengelola situs uji coba nuklir di Punggye-ri. Kabar tersebut diinformasikan oleh surat kabar harian ternama Jepang Asahi Shimbun pada Selasa (19/12/2017).

Kabar tersebut diterima oleh Asahi Shimbun berdasarkan laporan seorang pembelot Korea Utara yang anonim. Walaupun laporan tersebut belum terkonfirmasi, namun sudah menghebohkan seantero dunia. Untuk sementara, pejabat yang dieksekusi tesebut diketahui bernama Park In-young. Berdasarkan informasi Newsweek, Rabu (20/12/2017), In-young merupakan Ketua Biro 131 yang ditugaskan untuk memantau dan mengelola fasilitas militer, seperti situs uji coba Nuklir Punggye-ri dan Stasiun Peluncuran Satelit Sohae. Sebagaimana diketahui, Kim Jong-Un bersumpah akan menyempurnakan kekuatan nuklir negaranya. Dan, fasilitas nuklir tersebut secara berkala melakukan ujicoba nuklir untuk mewujudkan sumpah Kim Jong-un tersebut.

Biro 131 juga merupakan lembaga di bawah naungan Komite Pusat, badan tertinggi Partai Pekerja Korea. Motif untuk dugaan eksekusi masih belum jelas. Namun, laporan Asahi Shimbun menyebutkan dua alasan potensial.

Menurut dugaan sementara, Park In-young mungkin dieksekusi karena menunda pelaksana uji coba nuklir Korea Utara edisi keenam, yang ditengarai oleh para pengamat nuklir internasional sebagai yang terkuat yang dilakukan Korea Utara sampai saat ini. Surat kabar harian ternama Jepang itu menduga, mundurnya jadwal tes mungkin disebabkan karena adanya renovasi konstruksi terowongan dan sejumlah alasan yang belum diketahui.

Alasan kedua, si terduga korban mungkin bertanggung jawab atas ambruknya salah satu terowongan di situs tes nuklir di Punggye-ri, yang menewaskan 200 orang pada Oktober lalu. September juga merupakan bulan ketika Korea Utara melakukan tes bom hidrogen yang memicu gempa berkekuatan 6,3 SR. Gempa itu juga diduga memicu kehancuran dan kerusakan sejumlah struktur bangunan di kawasan sekitar lokasi tes di Punggye-ri.

Surat kabar harian Korea Selatan Chosun Ilbo berspekulasi bahwa terowongan yang ambruk itu disebabkan oleh gempa 6,3 SR yang dipicu oleh tes bom hidrogen Korea Utara tersebut. Yang patut dicatat, dugaan informasi eksekusi salah satu pejabat Biro 131 ini bukanlah yang pertama. Sekitar enam hari sebelumnya, kabar serupa juga muncul pada Kamis (14/12/2017).

Pada saat itu, Jenderal Hwang Pyong-so dilaporkan menghilang dari pantauan publik. Kabar itu memicu spekulasi bahwa yang bersangkutan telah dieksekusi. Jenderal tersebut pernah menjadi bagian lingkaran dalam Kim Jong-un dengan duduk di dalam Komite Sentral Partai Buruh Korea Utara. Hwang Pyong-so juga memegang jabatan militer tertinggi setelah Panglima Angkatan Bersenjata.

Harian Telegraph pada Kamis (14/12/2017) mengatakan sebelum Hwang Pyong-so tidak disukai lagi oleh Kim Jong-un, sang jenderal merupakan satu dari empat pejabat top Korea Utara yang berfoto di samping sang pemimpin dalam uji coba nuklir keenam pada September 2017. Hwang Pyong-so diyakini telah dikeluarkan dari keanggotaan partai, sementara wakilnya, Kim Won-hong, dilaporkan telah dikirim ke penjara. Hwang Pyong-so kabarnya belum terlihat di muka publik sejak 13 Oktober lalu.

Kabar terkait hilangnya Hwang Pyong-so pertama kali muncul pada November lalu dalam sebuah rapat dengar pendapat antara parlemen dan lembaga intelijen Korea Selatan (NIS). “Jika Hwang Pyong-so benar-benar diusir dari Partai Pekerja, secara praktis itu menandai akhir dari karier politiknya, kemungkinan juga hidupnya. Meski tidak diketahui apakah dia masih hidup atau justru sebaliknya,” demikian surat kabar Korea Selatan, JoongAng Ilbo.

Laporan intelijen mengatakan bahwa Hwang Pyong-so dan Kim Won-hong telah menjadi target inspeksi dari politbiro menyusul tuduhan terkait “sikap tak senonoh” terhadap rezim. Kedua orang tersebut diduga terlibat tindak penyuapan. Akibatnya Kim Jong-un memerintahkan agar keduanya dijatuhi hukuman “sebagai peringatan kepada orang lain”. Bila melihat kenyataan tersebut, maka dalam skenario terburuk, nasib Hwang Pyong-so dan Kim Won-hong dinilai bisa berujung sama dengan Jang Song-thaek, paman Kim Jong-un. Jang Song-thaek ditangkap pada November 2013 sebelum akhirnya dieksekusi karena dianggap menentang partai. Demikianlah kekuasaan absolut benar-benar diterapkan oleh Kim Jong-Un di Korea Utara. [ ### ]