Kabar Kalimantan

Disebut Layak Sebagai Cagub, Ketua Harian DPD Golkar Kaltim Tanggapi Santai

 

Satumandau – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) akan melakukan survei terhadap tiga kader Partai Golkar Kaltim. Ketiganya adalah Ketua Harian DPD Golkar Kaltim Makmur HAPK, Korwil Bapilu DPP Partai Golkar Andi Sofyan Hasdam dan politisi Golkar Kutim Mahyunadi.

Hasil survei ini akan dibawa ke dalam rapat pleno DPD Partai Golkar Kaltim untuk dibahas dan diputuskan sesuai Petunjuk Pelaksana Nomor 06 Tahun 2016 tentang Pilkada. Partai Golkar menggunakan hasil survei sebagai alat pertimbangan untuk diusung atau tidaknya seorang kader atau calon di Pilgub Kaltim periode 2018-2023.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Kaltim, Makmur HAPK, mengungkapkan bahwa kader Partai Golkar perlu disurvei untuk dipilih dan diputuskan oleh Tim Pilkada DPP Partai Golkar. Sebelum diputuskan, Tim DPP Partai Golkar, juga mencari figur kandidat sebagai calon pendampingnya.

Mantan walikota Berau ini lalu menjelaskan bahwa sosok-sosok siapa saja nantinya yang akan ditunjuk atau diberikan kepercayaan itu akan menjadi satu paket bacagub dan bawacagub. Hal ini dimungkinkan mengingat Partai Golkar di Kaltim dapat mengusung pasangan calon sendiri.

Yang menjadi pertanyaan, apakah Partai Golkar Kaltim memiliki kemungkinan akan mengusung bakal cagub Kaltim non kader partai? Semua hal tersebut masih tergantung pada kebijakan DPP Partai Golkar, dan juga ketua DPD I Kaltim saat ini, yaitu Ibu Rita Widyasari. Jadi, mengingat kondisi politik yang sangat dinamis, maka segala kemungkinan masih bisa dan mungkin saja terjadi.

Dalam situasi politik seperti saat ini, semua memungkinkan untuk mengusung kandidat non kader sebagai pasangan. Misalnya, Makmur-Rusmadi, Makmur-Isran dan Makmur-Yusran. Termasuk Kapolda Kaltim yang juga masuk bursa pencalonan dan semua itu bisa terjadi. Semuanya berpulang ke DPP. Saat ini Partai Golkar masih belum membahas calon gubernurnya. Partai saat ini masih membicarakan tahapan gubernur dan legislatif.

Ketika ditanyakan perihal kesiapannya, Makmur menyatakan siap jika diberi mandat atau dipercaya menjadi calon gubernur Kaltim 2018. Jika diberikan perintah dan kepercayaan dirinya siap dan tidak ada masalah, namun jika ada yang lain pun beliau mempersilakan. Makmur menyatakan bahwa dirinya tidak ambisius dalam mengejar jabatan.

Hanya saja, menurut Makmur, Partai Golkar masih mengikuti Juklak 06/2016 dan akan melakukan pertemuan dengan Rita Widyasari pada akhir November 2017 mendatang. Ada mekanisme Juklak Nomor 06, DPP, Dewan Pertimbangan dan DPD II, sertia Rita, masih sebagai calon gubernur.Diperkirakan pada akhir November pengurus Golkar akan bertemu dan saling berkomunikasi membahas tentang Pilgub Kaltim. <>