Nusantara

Didampingi Anindya Bakrie Hadiri APEC 2018, Jokowi Bawa Isu Ini

SATUMANDAU, PORT MORESBY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Sabtu (17/11/2018) tiba di Port Moresby, Papua Nugini. Kedatangannya dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) ke-26 tahun 2018.

Bersama rombongan, Presiden Jokowi berangkat dari Bandar Udara Internasional Mopah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Rombongan berangkat dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada Sabtu, pukul 08.20 WIT. Menurut jadwal, Jokowi akan berada di Papua Nugini selama dua hari yaitu pada 17-18 November 2018.

Sebagaimana dilansir dari liputan6.com, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan tema pertemuan APEC 2018. Menurut penuturannya, pada tahun ini APEC mengangkat tema ‘Harnessing Inclusive Oppotrunities Embracing Digital Future’.

Melalui tema ini, APEC ini menekankan pentingnya peran teknologi digital dalam perkembangan ekonomi terkini.

“Jadi paling tidak kalau kita lihat dari tema itu, ada dua elemen yang sangat penting. Yang pertama elemen ekonomi, digital economy, digital world. Tetapi ada elemen yang tak kalah penting yakni inclusiveness. Jadi kita sudah bisa bayangkan bahwa dengan era digital ini para leaders tetap tidak mau yang menikmati era digital ini adalah hanya sebagian orang secara eksklusif, tetapi penekanan pada inclusiveness menjadi sangat penting artinya,” ujarnya di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).

Jokowi akan sampaikan isu ini

Dalam kesempatan ini, khususnya saat berbicara pada APEC Business Advisory Council (ABAC), Menlu memberikan penuturannya. Menurut Retno, Presiden Jokowi akan menyampaikan isu yang sama yaitu bagaimana kemajuan teknologi digital juga bisa dinikmati oleh banyak negara.

“Tapi yang jelas untuk ABAC, Presiden akan bicara mengenai bagaimanapun digital ekonomi dikembangkan tanpa harus mengesampingkan inclusiveness,” ungkap dia.

Dalam APEC yang berlangsung selama dua hari ini, akan menghasilkan dua kesepakatan. Kesempatan tersebut merupakan kesepakatan tingkat menteri dan tingkat kepala negara.

“Dokumen yang akan dihasilkan dari KTT APEC kali ini adalah Harnessing Inclusive Opportunities Embracing Digital Future. Sampai saat ini deklarasi ini masih dinegosiasikan,” pungkasnya.

Anindya Bakrie dampingi Jokowi

Setibanya di Port Moresby, Presiden Jokowi langsung sibuk menjalani rangkaian kegiatan pertemuan bilateral dan bisnis dengan para pelaku bisnis dan petinggi negara yang berasal dari negara-negara peserta APEC. Tampak dari pantauan epicentrum.id, Anindya Bakrie terlihat mendampingi Presiden Jokowi selama rangkaian kegiatan tersebut.

Kehadiran Anindya Bakrie dalam kapasitasnya sebagai ketua ABAC Indonesia. ABAC, atau The APEC Business Advisory Council, didirikan tahun 1995. ABAC adalah grup atau dewan independen yang berisi orang-orang bisnis level atas. Terdiri dari para CEO perusahaan swasta ataupun BUMN di negara tersebut, ABAC bertugas memberikan masukan kepada para pemimpin APEC.

Masukan tersebut berupa isu yang menjadi prioritas untuk masuk dalam pembahasan di pertemuan puncak para pemimpin negara APEC. ABAC hadir di tiap-tiap negara APEC. Di Indonesia, Anindya Novyan Bakrie adalah ketua ABAC Indonesia. (epicentrum)