Nusantara

Di Hadapan Mata Uang Asing, Rupiah Lemah Tak Berdaya

SATUMANDAU Nilai tukar rupiah terhadap mata uang kawasan pada perdagangan siang hari ini bergerak melemah. Rupiah seakan tidak berdaya seiring dengan kurangnya dukungan sentimen positif terutama dari sisi domestik. Pada Selasa (8/5/2018) pukul 14:00 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,29%. Namun tidak hanya terhadap greenback, rupiah juga terdepresiasi terhadap mata uang kawasan.

Berikut data pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang kawasan, seperti dikutip dari Reuters:

Mata Uang Bid Terakhir Change (%)
Dolar Singapura Rp 10.511,53 -0,32
Yuan China Rp 2.205,72 -0,39
Dolar Australia Rp 10.544,50 -0,21
Yen jepang Rp 128,83 -0,44
Ringgit Malaysia Rp 3.550,10 -0,12
Poundsterling Inggris Rp 19.035,67 -0,35
Dolar Amerika Serikat Rp 14.035,00 -0,29

Minimnya dukungan faktor domestik terhadap rupiah siang ini begitu terasa. Salah satu faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah adalah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2018.

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut sebesar 5,06%. Lebih rendah dari konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia yaitu 5,18%. Pertumbuhan yang tidak sesuai ekspektasi ini disebabkan konsumsi masyarakat yang cenderung stagnan. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih di bawah 5%, hanya 4,95%.

Investor pun menanggapi perkembangan ini sebagai sentimen negatif. Akibatnya, aset-aset berbasis rupiah baik saham maupun obligasi ramai-ramai ditinggalkan. Kondisi ini tercermin dari aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing pada siang ini yang mencapai Rp 665,81 miliar. Aliran dana asing yang keluar membuat kondisi rupiah menjadi tertekan.

sumber berita // Foto: REUTERS/Thomas White