Kabar Kalimantan

Demokrat Umumkan Daftar Cawagub Kaltim, Nama Golkar Menyembul

SATUMANDAU Dinamika politik di tanah Kaltim bergulir semakin intens. Pada Sabtu (8/12/2017) calon dari Partai Demokrat mengumumkan daftar bakal calon Wagub Kaltim. Nama-nama tokoh Golkar Kaltim juga turut masuk dalam daftar nama tersebut.

Langkah politik dilakukan bakal calon gubernur (Cagub) Katim Syaharie Jaang. Beliau mengumumkan daftar yang berisi lima nama bakal calon wakil gubernur (cawagub) yang akan mendampinginya di pemilihan gubernur (pilgub) 2018. Syaharie Jaang adalah Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim. Beliau juga merupakan salah satu bakal cagub Kaltim 2018. Setelah banyak melakukan komunikasi politik antara para bakal cagub Kaltim maupun bakal cawagub, Jaang kian mantap memetakan para figur yang bakal mendampinginya sebagai bakal cawagub.

Menjelang tahap pendaftaran pada awal Januari 2018 nanti, nama-nama yang akan diusung partai kian mengkristal. Syaharie Jaang yang juga Walikota Samarinda menyebutkan bahwa awalnya, daftar tersebut berisi delapan nama. Namun kini mengerucut menjadi lima nama dan telah diajukannya ke DPP Demokrat.

Lalu, siapa saja kedelapan nama awal dalam daftar tersebut? Mereka adalah Rizal Effendi (Walikota Balikpapan), Safaruddin (Kapolda Kaltim), Awang Ferdian (Anggota DPR RI), Makmur HAPK (mantan Bupati Berau), Sofyan Hasdam (mantan Walikota Bontang), Mahyunadi (Ketua DPRD Kutai Timur), Mayjen TNI (Purn) Ibrahim Saleh (mantan Danrem Samarinda), Mayjen TNI Soedarmo (Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri)

Delapan nama tersebut diolah melalui sejumlah lembaga survei yang diturunkan tim Pilkada DPD Demokrat Kaltim. Kini tinggal tersisa lima nama yang diusulkan ke pengurus DPP Demokrat di Jakarta. Kelima nama dalam daftar tersebut diusulkan berdasarkan pada hasil survei yang dilakukan selama sebulan terakhir. LSI dan JSI adalah dua lembaga survei yang jadi acuan PartaiDemokrat. Proses tersebut, menurut penuturan Jaang, juga setelah melewati perbincangan dan berbagai proses lainnya kini mengerucut menjadi lima nama saja dan sudah diserahkan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).

Dari delapan nama tersebut, sekarang tersisa lima. Mereka adalah Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, anggota DPR RI dan politisi PDI Perjuangan Awang Ferdian Hidayat, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim Sofyan Hasdam, dan Ketua harian DPD Partai Golkar Kaltim Makmur HAPK. Berdasarkan catatan, dua nama terakhir adalah tokoh Golkar. Nama-nama tersebut sudah diserahkan kepada DPP Demokrat, dan Pak SBY menugaskan Sekjen DPP Demokrat Hinca Pandjaitan serta Sekretaris Majelis Tinggi Amir Syamsuddin untuk menggodoknya.

Di DPP Demokrat, jelas Jaang, untuk level gubernur yang memutuskan adalah majelis tinggi partai. “Majelis ini terdiri dari Ketua Umum DPP SBY, tokoh-tokoh nasional, mantan menteri dan beberapa gubernur,” tambahnya. Yang lebih mengejutkan lagi, Syaharie Jaang mengungkapkan, dirinya dihubungi petinggi Partai NasDem. “Saya ditelepon oleh Pak Harbiansyah (Ketua DPW NasDem Kaltim) Rabu lalu. Menyampaikan mau diajak bertemu dengan Surya Paloh. Jadi, nanti Senin (11/12) saya ke Jakarta,” beber Jaang sembari menegaskan, jika didukung sepenuhnya oleh NasDem, dirinya tetap menempati posisi pertama alias bakal calon gubernur.

Nah, dari kelima nama yang tertera dalam daftar tersebut, siapa sosok yang berpeluang besar mendampingi Syaharie Jaang? Menurut Jaang, semuanya bergantung pada analisa dan keputusan DPP. Namun, suatu hal yang menarik, Jaang menyebutkan perkembangan terakhir. Kabar yang beredar adalah Safaruddin Kapolda Kaltim siap mendampinginya. Syaharie Jaang pun tidak menampik kabar tersebut. .

Sembari menunggu keputusan DPP Demokrat, Jaang berfilosofi mengenai sosok cawagub yang akan mendampinginya. Bagi Jaang, syarat menentukan pendamping tidak sulit. Prinsip dasar yang selalu dipegangnya adalah harus bisa bekerja bersama dengan Jaang. Dengan demikian, baik cagub maupun cawagub dapat bekerja maksimal. Prinsip berikutnya adalah menghindari friksi. Kemudian, ada pembagian tugas. Sebagai sosok yang sudah dua kali menjabat wakil walikota, Jaang mengetahui persis apa yang dibutuhkan oleh wakil. Kriteria wakil yang diharapkan Syaharie Jaang adalah, sosok tersebut mampu mengambil keputusan, dengan demikian dapat menghindari kebuntuan dalam menghadapi masalah.

Ditunggu langkah-langkah politik dari partai lainnya di ajang pilgub Kaltim. Pastinya, menjelang pendaftaran akan semakin dinamis, dan bukan tidak mungkin akan memberikan kejutan.  [ ### ]