Nusantara

Defisit Transaksi Berjalan Tembus 3%, Tapi BI Sebut Berkualitas

SATUMANDAU – Bank Indonesia (BI) mengatakan defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuartal II-2018 yang menembus level 3% dari produk domestik bruto (PDB) memang tak terhindarkan.

Meskipun defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2018 melebar jauh, namun ada beberapa hal positif yang bisa dilihat dari data tersebut. Hal ini, dianggap cukup memberikan angin segar bagi perekonomian.

Hal tersebut dikemukakan Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo melalui pesan singkatnya kepada CNBC Indonesia, Minggu (12/8/2018). Melebarnya CAD, disebabkan oleh dua hal utama.

“Defisit yang meningkat tidak dapat terhindari menimbang investasi terkait infrastruktur pemerintah terus berjalan sesuai rencana,” kata Dody.

“Ini mendorong impor khususnya barang modal tetap tinggi. Juga harga minyak dunia yang meningkat, memberi konsekuensi meningkatnya nilai impor migas,” tambah dia.

Bagi bank sentral, posisi CAD pada kuartal II-2018 cukup berkualitas karena masih mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang tercermin dari kenaikan impor.”Defisit CAD dipandang berkualitas atau good deficit karena diperlukan untuk menjaga pertumbuhan,” jelasnya.

BI pun membantah, bahwa pelebaran defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2018 menjadi ‘peringatan’ bagi bank sentral maupun pemerintah. Sebab, BI bersama pemerintah akan terus menjaga posisi CAD tetap sehat. “Kenapa harus alarm? Ada positif background, bahwa impor terkait yang produktif ekonomi,” tegasnya.

sumber berita