Kabar Kalimantan

Data BPS, Ekspor Impor Kalsel Kembali Surplus di Bulan Mei

SATUMANDAU – Neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2018 lalu mengalami surplus sebesar US$506,32 juta.

Kepala BPS Kalsel Diah Utami menjelaskan, perkembangan nilai ekspor melalui pelabuhan di kalsel bulan Mei yang mencapai US$ 688,07 juta turun sebesar 4,29 persen jika dibandingkan dengan bulan April 2018 sebesar US$718,88 juta.

“Tapi nilai ekspor bulan Mei 2018 ini naik sebesar 4,33 persen jika kita bandingkan dengan bulan Mei tahun 2017,” ungkap Dian Utami di BPS Kalsel, Senin (2/7).

Adapun kelompok utama penyumbang komoditi ekspor terbesar kalsel bulan Mei 2018 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 dijit menurut Diah, meliputi bahan bakar mineral sebesar US$634,23 juta, disusul lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$34,40 juta dan kelompok barang dari kayu dengan nilai US$9,27 juta.

Sedangkan tujuan utama ekspor Kalsel dengan nilai terbesar masih ke Negara Tiongkok, yaitu sebesar US$236,97 juta. Kemudian disusul Negara India dengan nilai US$129,52 juta dan Jepang dengan nilai sebesar US$79,68 juta.

Sementara itu, untuk impor kalsel pada bulan Mei 2018 yang mencapai US$181,76 juta menurutnya naik sebesar 93,95 persen jika dibandingkan dengan nilai impor bulan April yang mencapai sebesar US$93,71 juta. “Bila kita bandingkan dengan bulan Mei 2017, ini juga naik sebesar 98,28 persen dengan nilai sebesar US$91,66 juta,” ujarnya.

Ia melanjutkan, negara asal impor kalsel bulan Mei 2018 terbesar masih sama dari bulan sebelumnya, yaitu dari negara Singapura dengan nilai sebesar US$107,31 juta, disusul Malaysia sebesar US$66,43 juta dan Tiongkok US$3,40 juta.

“Tapi kalau kita lihat secara keseluruhan, neraca perdagangan ekspor impor kalsel tetap meninjukkan nilai yang positif. Terbukti ini tetap menunjukkan nilai surplus sebesar US$506,32 juta,” jelasnya.

sumber berita