Nusantara

Dana Desa dan THR Dapat Jadi Pemicu Daya Beli Nasional

Pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Photo: VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

 

SATUMANDAU – Volatilitas pasar finansial nasional dan global saat ini telah berpengaruh kepada pasar keuangan dalam negeri. Hal tersebut diperkirakan masih akan berlanjut karena isu kenaikan suku bunga acuan The Fed, kebijakan proteksionisme Amerika Serikat, dan kondisi geopolitik di Suriah.

Namun, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menilai, kinerja pasar finansial Indonesia diperkirakan masih akan positif hingga akhir tahun 2018. Investor berpeluang mendapatkan potensi imbal hasil yang menarik dari volatilitas yang terjadi saat ini.

Lebih lanjut Katarina menjelaskan, ada beberapa faktor pendukung pasar finansial dalam skala nasional. Pertama, bank sentral di kawasan Asia secara umum tetap akan menjaga suku bunga rendah di tengah kenaikan Fed Rate. “Kebijakan suku bunga rendah tetap bisa dilakukan karena adanya stabilitas inflasi, sinkronisasi pertumbuhan global, dan prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia

 

Kedua menurutnya, belajar dari pengalaman masa lalu, ketegangan dagang Amerika Serikat dan China kemungkinan besar tidak akan berkembang menjadi perang dagang. Lagi pula secara keseluruhan, tekanan perdagangan kawasan Asia ke Amerika Serikat masih cukup terkendali. Jika ketegangan meningkat, terdapat potensi bahwa daya saing produk Indonesia akan meningkat dan memberikan keuntungan bagi Indonesia.

Ketiga, ketegangan geopolitik di Suriah yang kemungkinan meningkatkan kenaikan harga minyak, sebetulnya berpotensi meningkatkan PDB Indonesia.

“Keempat, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai kunci dalam meredam volatilitas pasar finansial,“ tambahnya.

Katarina mengatakan, pemulihan ekonomi nasional masih akan terus berlanjut. Hal itu terlihat dari belanja negara pada dua bulan pertama 2018 mencapai 11,2 persen dari target. Sementara belanja sosial, yang menjadi kunci penting untuk menopang daya beli masyarakat, naik tajam.

Pemerintah juga fokus menjaga daya beli masyarakat. Sejumlah inisiatif diluncurkan pemerintah untuk mendukung daya beli, seperti pemberian Tunjangan Hari Raya untuk Pegawai Negeri Sipil dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Kemudian penurunan tarif tol, peningkatan penyerapan dana desa, dan ketersediaan bahan bakar minyak subsidi yang lebih luas. “Untuk mendukung pertumbuhan manufaktur, pemberian insentif pajak korporasi diberikan untuk investasi baru dan bagi korporasi yang melakukan ekspansi.”

 

sumber berita