Kabar Kalimantan

Cagub Golkar Kaltim, Makmur HAPK Dapat Dukungan Sembilan DPD  

SATUMANDAU Pelan tapi pasti, salah satu Cagub Golkar Kaltim, Makmur HAPK sudah dapat dukungan sembilan DPD wilayah Golkar Kaltim. Dari 10 DPD kabupaten/kota, tersisa dua yang belum membubuhkan tandatangan untuk mendukung musdalub. Dua DPD tersisa adalah Kutai Timur (Kutim) dan Bontang. Namun, berdasarkan berita yang banyak tersebar, DPD Kutim tidak lama lagi akan ikut bergabung, demikian menurut Zainuddin Thaib, juru bicara para ketua-ketua DPD Golkar tingkat kabupaten/kota.

Bila menghitung dukungan dari Golkar Kutim, artinya ada sembilan DPD II yang mendukung pemilihan ketua definitif pengganti Rita Widyasari. Sebagaimana diketahui, Rita telah diberhentikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) pada Jumat (15/12/2017).  Zainuddin Thaib menerangkan bahwa jumlah itu sudah memenuhi persyaratan minimal 2/3 dukungan atau sebanyak tujuh DPD kabupaten/kota di Kaltim. Suara DPD II tingkat kabupaten/kota Partai Golkar yang menggaungkan musyawarah daerah luar biasa (musdalub) nyaris bulat. Mereka mendesak agar penyelenggaraan musdalub selambat-lambatnya pada 30 Desember 2017.

Zainuddin yang juga ketua DPD Golkar Kutai Barat menerangkan, meski secara lisan sudah disampaikan dan disetujui Ketua Umum (Ketum) Airlangga Hartarto, perlu pula diajukan secara tertulis agar bisa menjadwalkan kehadiran para pengurus teras DPP. Berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai, harus menggelar rapat pleno pengurus untuk mencari pengganti Rita terlebih dulu. Hasil pleno itu kemudian akan menyepakati sosok pengganti Rita, bupati Kutai Kartanegara nonaktif, dan hasilnya akan dibawa ke rapat pimpinan daerah dan disahkan dalam musdalub. Selain menetapkan ketua DPD Golkar Kaltim sekaligus bakal calon gubernur (cagub) pengganti Rita Widyasari.

Menurut Zainuddin, DPD II Golkar kabupaten/kota sudah mengantongi nama sebagai nakhoda baru Partai Golkar Kalimantan Timur. Namun beliau belum mau membuka nama tersebut. Yang pasti, kriteria ketua baru adalah sosok yang bersih dari permasalahan hukum, mumpuni, dan mampu mengayomi seluruh faksi yang ada. Sosok tersebut sudah jelas ada di internal Golkar Kaltim. Apakah figur tersebut merujuk kepada sosok Makmur HAPK? Zainuddin tidak membantah, namun juga tidak memberikan jawaban pasti.

Berdasarkan catatan, Makmur HAPK tidak bisa dipisahkan dari DPD Golkar kabupaten/kota. Pada waktu pendaftaran bakal cagub dari Golkar dibuka, delapan DPD II mengantarkan berkas lamaran ke Kantor Sekretariat DPD Golkar Kaltim untuk mengusung Makmur HAPK. Pendaftaran tersebut atas inisiatif sendiri dan tanpa kehadiran Makmur HAPK. Hanya DPD Golkar Kutai Kartanegara dan Bontang yang tidak memberikan dukungan pada saat itu. Kedua DPD tersebut saat itu memiliki calon jagoan masing-masing untuk mendampingi Rita. DPD Golkar Kukar menyiapkan Farid Wadjdy dan DPD Golkar Bontang mendorong Andi Sofyan Hasdam.

Delapan DPD II begitu getol menyorong Makmur yang juga ketua harian DPD Golkar Kaltim mendampingi Rita. Begitu Rita ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi karena kasus dugaan korupsi, nama Makmur HAPK kembali menguat sebagai bakal cagub dari Golkar. Menurut Zainuddin, delapan DPD Golkar yang kala itu menjagokan Makmur HAPK masih tetap satu suara mendukung Makmur.

 

 

Berdasarkan fakta tersebut, maka besar kemungkinan suara mayoritas akan menjatuhkan pilihan ke mantan bupati Berau, yaitu Makmur HAPK sebagai bakal cagub dari Partai Golkar menggantikan Rita. Golkar Kaltim jelas menginginkan kemenangan, dan sosok Makmur HAPK mampu dan bisa mengangkat elektabilitas Golkar karena cukup dikenal di kabupaten/kota di Kaltim.  [ ### ]