Kabar Kalimantan

‘Berita Rakyat’ Coreng DPRD, Legislator Golkar Samarinda Alphad Syarif Minta Klarifikasi

SATUMANDAU Lembaga DPRD Kota Samarinda disebut-sebut sebagai lembaga yang akan di ‘bom uang’ dalam proses pemilihan calon wakil walikota Samarinda. Ketua DPRD Kota Samarinda, Alphad Syarif menegaskan, bahwa kabar pemberitaan (Berita Rakyat) tersebut tidak benar.

Dengan beredarnya berita tersebut, DPRD Kaltim akan meminta klarifikasi bahkan mensomasi media cetak Berita Rakyat. “Itu tidak benar. Itu berita supaya laku saja medianya. Sumbernya dari mana?” kata Alphad Syarif, dikonfirmasi Tribun, yang sedang berada di Jawa Tengah, Selasa (10/4).

Dengan beredarnya pemberitaan tersebut, lanjut Alphad, nama lembaga DPRD Samarinda tercemar. Maka, kata dia, harus ada klarifikasi atau penjelasan dari pemberitaan tersebut. “Nanti saya akan perintahkan Bidang Hukum DPRD untuk merespon. Apakah mensomasi atau diserahkan ke ranah hukum sekalian,” kata politisi Partai Golkar.

Disinggung proses pemilihan wakil walikota Samarinda (menggantikan almarhum Nusyirwan Ismail), Alphad menjelaskan, sampai saat ini belum membentuk tata tertib untuk pemilihan Wakil Walikota Samarinda. “Sebelum bentuk tata tertib, harus bentuk pansus (panitia khusus). Setelah dibentuk pansus, maka tatib terbentuk. Tapi yang pasti, harus sudah ada dua calon yang diusulkan dari Walikota,” tambahnya.

Dua kandidat calon yang diusulkan itu, lanjut dia, dari partai pengusung (Partai Demokrat, PKS dan Nasdem). Usulan dari partai itu diserahkan ke Walikota untuk diserahkan ke DPRD Samarinda untuk dipilih/diparipurnakan. “Usulan nama-nama itu harus sama dari partai pengusung. Kalau tidak sama tidak bisa. Supaya bisa lebih mudah untuk penetapan di paripurna,” jelas Alphad.

Terpisah, kandidat Dayang Donna Faroek yang disebut-sebut bakal ‘ngebom’ DPRD Samarinda mengaku, masih mencari bukti fisik pemberitaan di Berita Rakyat. Kata Donna, ia perlu mengetahui, sumber itu dari mana berasal, untuk bisa dikonfirmasi langsung.

“Saya sudah suruh Bowo dan beberapa orang saya untuk cari koran itu. Kemarin belum dapat. Karena saya harus baca isi berita itu secara utuh. Siapa sih sumbernya?” ucap Donna, yang masih berada di Jakarta.
Menurut dia, langkah yang akan ia tempuh untuk saat ini, harus mendapatkan bukti fisik koran. Setelah itu, akan meminta klarifikasi sumber-sumber yang menyebutkan dirinya akan ngebom di pemilihan wakil walikota di DPRD Samarinda. “Kalau itu tidak punya bukti dan hanya sebatas tuduhan, kan jadi fitnah. Sementara sampai saat ini, Partai Nasdem belum memutuskan siapa yang disiapkan sebagai calon wakil walikota,” bebernya.

Akibat pemberitaan itu, Donna menyatakan, masih menunggu alat-alat bukti dan dasar isu atau rumor akan ngebom DPRD Samarinda. “Ini, menurut saya, sudah mengarah ke fitnah, perbuatan tidak menyenangkan. Dan media itu, harus konfirmasi atau klarifikasi dulu ke saya sebelum dicetak,” papar putri Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak. [bambang]

 

sumber berita