Nusantara

Beberapa Faktor Ini Jadi Penyebab Kader Pindah Parpol

SATUMANDAU – Ketua bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa Timur III Partai Golkar Zainuddin Amali mengakui perpindahan kader partai menjelang pemilihan legislatif (Pileg) 2019 cukup marak. Karena, jumlahnya lebih banyak ketimbang Pemilu 2014 lalu.

Menurut dia, ada empat faktor yang mendorong seorang kader pindah partai. “Pertama, adalah tidak begitu kuatnya ikatan ideologis antara kader atau caleg dengan partai awalnya,” ujar Amali dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Sebab, kata dia, perpindahan kader partai itu tidak akan terjadi jika ikatan ideologisnya kuat bagaimana pun kondisi partainya. “Ibarat kata, besok partai itu akan akan rubuh atau mati, dia tetap akan bertahan, karena satu keyakinan tentang ideologi yang diyakininya sama dengan partai yang ditempatinya,” jelasnya.

Kedua, faktor konflik di internal partai itu. “Konflik itu bukan hanya keterbelahan pengurus dan lain sebagainya,” katanya.

Sedangkan yang ketiga, adalah kelangsungan dari partai tersebut. “Dengan dengan ambang batas 4% orang tentu akan berpikir apakah saya akan berada di partai ini, akan kah bisa lolos partai ini atau tidak, itu bisa menjadi pertimbangan,” paparnya.

Adapun faktor yang keempat adalah sistem proporsional terbuka. “Maka kompetisi itu sangat terbuka baik antara caleg partai maupun di internal,” imbuhnya.

sumber berita