Opini

Balitbang Golkar Beri Solusi Atasi Kemiskinan dan Bantuan Sosial

SATUMANDAU – Mengatasi Kemiskinan dan Bantuan Sosial. Tingkat kemiskinan mengalami penurunan secara berarti dari 13,3% di 2010 menjadi 10,1% di 2017. Namun secara angka absolut masih sebesar 26,6 juta penduduk yang hidup dalam kemiskinan.

Pemerintah mengalokasikan dana sosial sebesar Rp 17,3 triliun pada 2017 dan meningkat menjadi Rp 34 triliun in 2018 untuk mengurangi kemiskinan ini, Pada 2019 anggaran untuk program sosial akan ditingkatkan lagi. Presiden Jokowi menyatakan bahwa fokus program pemerintah bergeser dari pembangunan infrastruktur kepada pembangunan SDM. Pembanguman infrastruktur terus dilanjutkan, namun perhatian utama adalah pada manusia. Menteri Sosial Idrus Marham menjabarkan dan mengimplentasikan program sosial ini dengan target mengurangi penduduk miskin secara signifikan dan membuat mereka dapat meningkatkan kesejahteraannya secara berkelanjutan.

Bantuan sosial berbasis keluarga di tahun 2018 mencakup BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) atau Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) untuk 15,6 juta kepala keluarga, PKH (Program Keluarga Sejahtera) kepada 10 juta keluarga, KIP (Kartu Indonesia Pintar) untuk 19,7 juta siswa, KIS (Kartu Indonesia Sehat) 92,4 juta jiwa, dan program subsidi listrik dan harga gas 3kg. PKH mendapatkan perhatian utama karena efisiensi anggaran dan efektifitas programnya. Anggaran PKH rencananya akan ditingkatkan sekitar dua kali lipat.

PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) – Klaster I – Tanya Jawab : Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan – TNP2K

Harapannya adalah kemiskinan berkurang secara berarti. Daya beli masyarakat golongan bawah juga meningkat sehingga dapat menaikkan konsumsi masyarakat.

Apa yang perlu diperhatikan adalah bahwa kelompok sasaran golongan miskin dapat teridentifikasi dengan baik. Permasalahan identifikasi golongan miskin ini memang selalu menjadi perhatian, karena kekurang akuratan dalam pendataan. Karena itu pendataan yang lebih baik harus terus dilakukan.

Program KIP dan KIS pada umumnya sudah berjalan cukup baik. Hanya dalam efektifitas program dalam meningkatkan pendidikan dan memperbaiki kesehatan golongan miskin yang perlu terus di monitor.

Program Rastra dalam pelaksanaannya perlu mendapatkan pengawasan dan perbaikan, untuk sedapat mungkin bantuan beras untuk rakyat miskin sampai kepada sasaran.

PKH adalah program yang potensial mengangkat golongan miskin keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan. PKH bisa disebut juga sebagai Bantuan Tunai Bersyarat (conditional cash transfer) terkait dengan kegiatan pendidikan dan kesehatan. enguatan PKH dilakukan dengan penyempurnaan proses bisnis, petuasan target dan penguatan keluarga penerima manfaat. Program ini dinilai oleh Bank Dunia sebagai efektif dan berbiaya efisien untuk mengurangi kemiskinan.

 

| Balitbang Golkar