Kabar Kalimantan

Bakal Calon Senator Kaltim Berjumlah 27 Orang

SATUMANDAU – Jumlah bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kaltim periode 2019-2024 bertambah. Dari sebelumnya 25 menjadi 27 orang. Diterimanya dua gugatan bakal calon adalah penyebab penambahan tersebut.

”KPU sudah memverifikasi kedua bakal calon, sudah memenuhi syarat. Dengan bertambah dua calon tersebut jadi total ada 27 bakal calon DPD RI akan masuk jadi DCS (daftar calon sementara) yang dirilis KPU RI dalam waktu,” terang Komisioner KPU Kaltim Viko Januardy. Dia menuturkan, dua bakal calon yang sebelumnya menggugat adalah Eddy Gunawan dan Reinal Kamdan.

Namun KPU Kaltim sudah menerima informasi dari KPU Samarinda dan KPU Penajam Paser Utara (PPU) bahwa kedua bakal calon tersebut sudah melengkapi berkas dua sehari sebelum penetapan DCS. Sehingga dalam penyampaian berita acara pada 30 Agustus 2018, KPU Kaltim akhirnya memasukkan dua bakal nama tersebut dalam tahapan verifikasi faktual. Dikatakan, penyampaian berita acara tersebut diatur dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2018 tentang jadwal tahapan Pemilu 2019.

 Viko mengakui, sebelumnya KPU memastikanada 25 bakal calon DPD yang sudah memenuhi syarat administrasi. KPU sudah menyerahkan berita acara tersebut kepada masing-masing liaison officer (lo) bakal calon. Selanjutnya, KPU di setiap provinsi akan diundang KPU RI untuk singkronisasi penyusunan daftar calon sementara (DCS).

Singkronisasi ini, dilakukan dengan memeriksa kembali syarat-syarat dukungan calon DPD RI. Baik itu persyaratan 2.000 KTP dukungan dan berkas lainnya. “Setelah itu baru diumumkan DCS-nya,” katanya. Setelah DCS diumumkan, KPU akan membuka partisipasi masyarakat untuk memberi tanggapan terhadap ke-27 calon senator Kaltim itu. Apabila tidak bermasalah, maka KPU akan menetapkan menjadi daftar calon tetap (DCT) secara serentak pada 20 September. Bersamaan dengan penetapan calon anggota DPR RI dan DPRD.

Viko mengimbau agar publik mencermati nama-nama calon senator tersebut secara seksama saat dibuka masa tanggapan. Karena tanggapan publik dianggap sangat penting dalam mengetahui rekam jejak wakil rakyat Kaltim lima tahun ke depan. “Jika ada tanggapan yang mengarah pada calon tertentu mengenai rekam jejak yang menggangu pencalonan, KPU akan meminta klarifikasi dari calon yang bersangkutan,” tegasnya.

sumber berita