Politik

Ancam Tarik Dukungan, Golkar Sebut Ahoker Tidak Dewasa

SATUMANDAU – Politisi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyebut para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) alias Ahoker, tidak bersikap dewasa. Pasalnya, mereka mengancam akan menarik dukungan karena Joko Widodo (Jokowi) memilih KH Ma’ruf Amin sebagai calon pendampingnya di Pilpres 2019.

“Saya rasa itu sikap individu yang emosional. Kepentingan individu dan kelompok dalam hal ini harus dikesampingkan dulu untuk kepentingan negara yang jauh lebih besar,” kata FirmanSelasa (14/8/2018).

Menurutnya, Jokowi sebagai kepala negara sudah menunjukkan sikap kenegarawanan saat memilih Kiai Ma’ruf, seperti mempertimbangkan aspek politik, strategis dan sosiologis.

“Kita bisa lihat isu 212, walaupun sudah berlalu tapi masih diangkat terus. Kita lihat tokoh alim ulama yang sepuh perlu mempersatukan umat,” ujarnya.

Maka dari itu, dia meminta para Ahoker untuk tidak mengutamakan kepentingan kelompoknya sendiri. Yang pada akhirnya membahayakan keselamatan bangsa dan negara.

“Politik itu ada dinamikanya. Jadi kalau mereka (Ahokers) mementingkan kepentingan kelompoknya, menunjukkan ketidakdewasaan,” pungkas Firman.

Memang, setelah Jokowi mengumumkan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres, media sosial bergejolak. Ada pro kontra di pendukung Jokowi, terutama yang beririsan dengan pendukung Ahok.

Para Ahoker itu lekat juga dengan imej sebagai pendukung Jokowi. Setelah nama Ma’ruf diumumkan sebagai cawapres, manuver sang kiai di masa Pilgub DKI diungkit lagi. 

Ma’ruf adalah Ketum MUI yang menandatangani pendapat dan sikap keagamaan MUI yang mengategorikan Ahok sebagai penghina Alquran dan penista agama. Pendapat dan sikap MUI itu memicu aksi demo berjilid-jilid.

Ma’ruf juga tak segan mengakui aksi 212. Selain itu, Ma’ruf juga merupakan saksi memberatkan di persidangan penistaan agama yang akhirnya mengantar Ahok ke penjara. 

Fakta-fakta di atas diungkit Ahoker di media sosial. Bahkan ada yang menyatakan diri akan golput karena pilihan cawapres Jokowi itu.

sumber berita