Nusantara

Ahmadi Noor Supit Nilai Perlu Hidupkan Kembali Peran Bappenas Sebagai Penggerak Perekonomian Nasional

SATUMANDAU – Adanya perbedaan di setiap era pemerintahan dalam perencanaan kebijakan ekonomi, dari misi ekonomi pembangunan era Orde Baru sampai era Reformasi. Badan anggaran sampai mengeluarkan kebijakan konsumsi makro dan penerimaan negara yang semakin menurun jika melihat trend perkembangannya.

Hal ini mengemuka dalam penyampaian Ahmadi Noor Supit Waketum Soksi sekaligus anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Komisi XI di Diskusi ” Langkah Fiskal Dan Moneter ” yang berlangsung di Bursa Efek Jakarta , selasa (5/6/2018).

Menyimak kebijakan kebijakan yang terasa janggal kalau melihat perkembangan ekonomi, yang konon di era SBY bisa menyentuh sampai angka pertumbuhan lebih dari 4%. Namun, masih ada sekat ataupun jurang ketimpangan disana.

“Pembangunan kita masih belum bisa menyejahterakan secara merata meskipun di era reformasi periode pemerintahan sebelumnya meskipun berhasil menyentuh angka baik, tapi di sana masih ada ketimpangan pembangunan,” demikian ucap anggota legislatif dapil Kalsel tersebut.

Semantara penggerak roda perekonomian seperti Bappenas atau Kadin masih bisa bersaing dengan pemain ekonomi luar negeri. Kita masih belum siap dan oleh karena itu dibutuhkan keleluasaan dalam melakukan kebijakan secara berani.

Lebih lanjut mantan ketua komisi XII DPR RI itu, mengingatkan perlunya kewajiban pajak bagi setiap lapisan personal maupun usaha. Sebab pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang digalakkan di era pemerintahan saat ini juga perlu dukungan langsung dari kita sebagai wajib pajak

“Sayang sekali dalam beberapa hal, kita masih belum bisa menikmati kesejahteraan secara merata dalam perekonomian, masih banyak biaya infrastruktur yang sedang dikerjakan pemerintahan sekarang, namun itu juga perlu kontribusi kita supaya pergerakan menuju keberhasilan ekonomi kita kuat,” tegas Ahmadi Noor Supit.

Permasalahan lain yang dibahas dalam diskusi ini, seperti yang disinggung oleh Ahmadi Noor Supit, adalah perlunya kembali menghidupkan peran Bappenas sebagai roda penggerak perekonomian dan kebijakan moneter maupun fiskal dan saling bersinergi dengan tim ekonomi pemerintahan.

“Sudah lema sekali kekuatan Bappenas yang saat sebelum krisis dua puluhan tahun lalu, merupakan salah satu fondasi penggerak perekonomian disamping kinerja tim perekonomian saat itu. Jadi kebijakan dari moneter dan fiskal pun perlu didorong dengan kembalikan lagi peran Bappenas sebagai roda penggerak perekonomian,” ujar Ahmadi Noor Supit.

Dalam seminar yang diselenggarakan oleh SOKSI dan BEI ini juga menghadirkan pembicara lain dalam bidang ekonomi fiskal dan moneter Sri Adiningsih dan Direktur utama BEI Tito Sulistyo. Acara dimoderatori oleh anggota DPR asal Partai Golkar Mukhamad Misbakhun. (tim liputan)