Politik

Adu Program di Debat Publik, Tokoh Kalbar Nilai Midji-Norsan Lebih Konkret

SATUMANDAU Debat publik pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat dilaksanakan di Convention Hall, Kapuas Palace, Sabtu (7/4/2018). Debat yang disiarkan live oleh Ruai TV, berlangsung seru. Masing-masing kandidat berupaya meyakinkan masyarakat lewat tawaran visi, misi, dan program kerja yang disampaikan.

Debat publik ini sendiri dapat menjadi bahan pertimbangan masyarakat Kalbar untuk semakin memantapakan pilihan, menjelang hari pencoblosan tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Tokoh pemuda Kalimantan Barat, Abdul Jabbar, S.i, menilai program yang disampaikan pasangan Sutarmidji-Ria Norsan terlihat konkret. Hal ini menurut Jabbar, karena Midji-Norsan sangat memahami semua permasalahan di Kalbar dan tahu solusi apa yang harus diberikan sehingga Kalbar ke depan bisa maju dan sejahtera.

“Saya kira program yang disampaikan Pak Midji dan Pak Norsan dalam ajang debat tadi malam, konkret. Ini terlihat karena pak Midji dan Pak Norsan mengerti sekali masalah-masalah pokok yang dihadapi masyarakat Kalbar saat ini dan tahu solusi tepat untuk mengatasinya,” jelas Abdul Jabbar. 

Tak hanya itu, Abdul Jabbar, juga menambahkan bahwa, kepiawaian Midji-Norsan dalam debat tak terlepas karena baik Midji maupun Norsan merupakan kepala daerah yang matang pengalaman dan berprestasi.
“Khususnya Pak Midji, beliau itu wali kota terbaik se-Indonesia,” tegas Abdul Jabbar.

Sebagaimana diketahui dalam debat tadi malam, program yang disampaikan Midji-Norsan merupakan jawaban solutif dari berbagai permasalahan pokok masyarakat Kalbar saat ini. Mulai dari infrastruktur jalan yang rusak parah, pelayanan publik yang lambat, angka kemiskinan yang tinggi, pelayanan kesehatan dan pendidikan di Kalbar yang masih jauh dari harapan. Mengatasi semua permasalah ini, Midji-Norsan menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Kalbar semakin provinsi terbaik di Indonesia.

Salah satu caranya, dengan meningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Saat ini IPM Kalbar berada diurutan 29 dari 34 provinsi se-Indonesia. Artinya, ada masalah dibidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang tidak kunjung tertangani di Kalbar. Ini dulu harus dibenahi dan kalau kami terpilih, dipastikan masalah pendidikan, kesehatan infrastruktur di Kalbar segera teratasi dengan baik,” ungkap Sutarmidji saat mengawali penyampaian visi, misi, dan program dalam debat publik pertama. 

 

sumber berita