Kabar Kalimantan

18 Fakta Tragedi Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan

SATUMANDAU Tragedi tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan yang menelan korban jiwa akhirnya menemui titik terang. Dari hasil konferensi pers yang digelar di markas Polda Kalimantan Timur, Rabu (4/4/2018) pukul 15.00 Wita, terungkap asal muasal sumber cemaran minyak.

Berikut 18 fakta lengkap dari tragedi yang terungkap dari hasil konferensi pers tersebut, seperti dikutip dari rilis Tim Penanganan Oil Spill  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

1. Fasilitas Pertamina Balikpapan tidak memproduksi marine fuel oil awal kejadian di jetty Pertamina.

2. PT Pertamina UP RU V telah mengakui bahwa tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan berasal dari PT Pertamina.

3. Jenis minyak yang tumpah berupa minyak mentah (Crude Oil) yang berasal dari terminal Lawe-lawe ke fasilitas Refineerry akibat dari putusnya pipa distribusi minyak mentah (crude oil).

4. Pipa distribusi diameter 20 inchi tebal 12 milimeter bahan terbuat dari baja usia pipa saat ini 20 tahun, hanya eksternal force yang bisa menggeser pipa sejauh 100 meter.

5. Polda Kaltim meminta pihak Pertamina untuk mengangkat pipa yang patah diteliti pada laboratorium forensik untuk mengetahui penyebabnya.

 

Berita Terkait : 

 

6. Penyebab putusnya minyak bukan karena operasional Pertamina menurut keterangan General Manager Pertamina RU V Balikpapan.

7. Pertamina akan menuntaskan pembersihan tumpahan minyak.

8. Akibat pipa yang patah dilakukan penghentian dan saat ini menurunkan kapasitas produksi. Primary proses turun hingga 50 % secondary proses masih normal sekitar 70 %.

9. Pertamina belum melakukan perbaikan sampai saat ini masih dalam proses investigasi.

10. Pertamina menemukan terjadinya pipa yang patah pada senin sore dan memastikan dengan melakukan sight sonar scan pada Selasa pagi.

11. Kedalaman pipa yang patah berada pada kedalaman 22 sampai dengan 26 meter.

12. Korban meninggal akibat tumpahan minyak sebanyak 5 orang nelayan.

13. Berdasarkan pernyataan tim ahli Pertamina yang didatangkan, MFO merupakan kandungan dari minyak mentah (crude oil) sehingga crude oilmendekati MFO jika dipanaskan dan diguncangguncang sehingga fraksi ringan menguap tinggal fraksi berat yang mendekati MFO. Flash point crude oil 30°C sedangkan MFO 80°C sampai 90°C.

14. Telah dilakukan penanggulangan dampak pada masyarakat sekitar oleh tim ahli HSE.

15. Upaya Pertamina telah memberi masker dan mensupport bagi masyarakat yang ingin melakukan pembersihan secara cepat.

16. Penanggulangan baru dilakukan pagi hari mengamankan minyak dengan oil boom membawa ke pinggir pantai dan diberi dispersant untuk menetralisir ceceran minyak. Upaya ini dihentikan sampai terdeteksi lebih banyak tumpahan dan dilakukan penyelidikan. Penyelidikan dilakukan pada pipa sampai panjang 2.5 Km tidak diketemukan bocoran. Sehingga diasumsikan bukan dari kebocoran, sampai terlihat tumpahan lebih banyak.

17. Pertamina awalnya tidak memperkirakan minyak mentah sehingga dengan penanggulangan oil boom Pertamina merasa sudah menanggulangi dampak.

18. Pasal yang akan diterapkan Dit Reskrimsus Polda pasal 99 ayat 1, 2, 3 UU 32/2009 19. Posisi KLHK untuk ganti rugi masyarakat dan tuntutan per data akan dilakukan oleh KLHK.

sumber berita